Pelantikan Presiden
Polisi Mendalami Pihak Lain yang Terlibat di Kelompok Ketapel Berpeluru Gotri dan Bom Bola Karet
Kelompok ini berawal dari sebuah WA grup bernama F yang anggotanya 123 orang dengan 5 admin.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya mendalami kemungkinan adanya pihak atau tokoh lain, yang terlibat dalam kelompok pembuat ketapel berpeluru gotri dan bola karet yang bisa meledak untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.
Seperti diketahui saat ini enam orang tersangka kelompok ini sudah dibekuk polisi. Merekq terdiri dari tiga pria dan tiga perempuan. Ketiga pria itu yakni SH, RH dan PSM, sementara tiga perempuan yakni E, FAB dan HRS.
"Kita akan dalami dan masih cek pihak lainnya, yang mungkin terlibat. Sejumlah pihak akan diklarifikasi," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2019).
Sebab kata Argo, enam tersangka kelompok ini tergabung dalam grup aplikasi WhatsApp (WA) bernama F, yang di dalamnya diketahui beranggotakan 123 orang dengan 5 orang admin.
"Grup WA ini dibuat oleh tersangka SH, mantan pengacara yang sudah kita tangkap. Tujuannya untuk menggagalkan pelantikan. Grup WA mereka ini namanya F, anggotanya 123 orang dengan 5 admin," kata Argo.
Bukan itu saja menurut Argo pihaknya akan mendalami kemungkinan ada jaringan diatas kelompok ini. Mengingat kelompok ini terkait dengan dua kelompok, pembuat molotov dan bom rakitan yang dirancang dosen non aktif IPB Abdul Basith.
"Jadi semua kemungkinan akan dicek lagi oleh penyidik," kata Argo.
Seperti diketahui Polda Metro Jaya membekuk enam orang yang ingin menggagalkan acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR, Minggu (20/10/2019) kemarin.
Keenam orang ini terbukti telah membuat dan menyiapkan puluhan ketapel berikut dengan gotri sebagai pelurunya, serta ratusan bola karet dari tali ban yang dililit dan bisa meledak saat dilemparkan atau terbentur dengan benda keras.
"Semua itu disiapkan untuk menyerang petugas yang mengamankan pelantikan di gedung DPR," kata Argo.
Keenam pelaku yang merupakan satu kelompok ini terdiri dari tiga pria dan tiga perempuan. Ketiga pria itu yakni SH, RH dan PSM, sementara tiga perempuan yakni E, FAB dan HRS.
Keenamnya dibekuk berturut-turut akhir pekan lalu dari sejumlah wilayah di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Bogor.
Dari tangan mereka disita sejumlah barang bukti mulai dari belasan ketapel kayu dan ketapel pabrikan, ratusan gotri, bola karet sebesar kepalan tangan dari tali ban dalam yang dililit dan dapat meledak, ratusan karet gelang, tali dari bekas ban dalam yang hendak dijadikan 'bom' bola karet, beberapa bendera warna hitam dan putih bertuliskan huruf arab, dua buah bendera kecil Palestina, syal bergambar bendera palestina, gunting, KTP, kartu debit dan Suzuki Ertiga warna hitam B 2453 KFY.
Argo memastikan kelompok ini masih satu jaringan dengan dua kelompok dimana di dalamnya ada dosen nonaktif IPB, Abdul Basith serta mantan Danjen Kopassus, Mayjen Soenarko, di mana 21 orang tersangka sudah dibekuk sebelumnya.
"Jika satu kelompok AB, sebelumnya membuat bom isi paku dan merica serta satu kelompok lainnya membuat molotov, maka kelompok ketiga ini membuat dan menyiapkan ketapel kayu, peluru gotri serta ban karet dari lilitan tali ban yang bisa meledak. Jadi tiga kelompok ini satu jaringan," kata Argo dalam konpers di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2019)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pengungkapan-kelompok-yang.jpg)