Kesehatan
Mendeteksi dan Mengurangi Komplikasi Jangka Panjang pada Pasien Diabetes Pakai Cara Ini
"Tetapi memang masih banyak kendala pemberian insulin ini, termasuk dari sisi pasien itu sendiri. Misalnya, takut jarum suntik."
Penulis: |
Penderita diabetes bisa mendeteksi dan mengurangi komplikasi jangka panjang penyakit yang dideritanya.
Bahkan cara tersebut bisa mencerminkan rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan terakhir.
Metode itu jauh lebih akurta dibandingkan pemeriksaan gula darah harian yang sangat fluktuatif.
Metode yang digunakan yakni pemeriksaan HbA1c sebagai salah satu faktor penting penatalaksanaan diabetes. HbA1c bisa dijadikan parameter untuk mendeteksi dan mengurangi komplikasi jangka panjang.
Sebelumnya, pasien diabetes kerap merasa khawatir terhadap gula darahnya saat diperiksa dokter.
Biasanya, menjelang pemeriksaan dokter, pasien menghentikan mengonsumsi makanan manis.
Ketika hari H pemeriksaan, hasil kesehatan pasien dinilai bagus, tetapi pasien kembali ke pola makan tak sehat.
• TERJAWAB Kecenderungan Orang dengan Tubuh Kurus Mempunyai Kemungkinan Terserang Diabetes Tipe 2
Hasil pemeriksaan dari gaya hidup 'palsu' itu pun membuat hasil pemeriksaa juga asli tapi palsu.
Pemeriksaan darah merupakan hasil kadar gula darah pada saat pemeriksaan. Normal bila kurang dari 140 mg/dl, prediabetes 140-199 mg/dl dan diabetes bila diatas 200 mg/dl.
Ketika pasien mencoba bergaya hidup lebih sehat, misalnya berpuasa atau berpantang, dalam 1-2 hari misalnya kadar gula darahnya pasti akan turun.
Oleh karena banyak pasien diabetes melakukan pemeriksaan sewaktu untuk hasil aspal alias asli tapi palsu, dokter menyarankan penyandang diabates melakukan pemeriksaan HbA1c.
Ketua Persatuan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof Dr Ketut Suastika SpPD-KEMD mengatakan, kontrol HbA1c berkaitan erat dengan risiko komplikasi kesehatan jangka panjang lebih rendah.
Jika nilai HbA1c terus tinggi maka risiko komplikasi juga tinggi. Baik komplikasi makrovaskular seperti penyakit jantung dan stroke, maupun komplikasi mikrovaskular seperti kerusakan saraf, mata, dan ginjal.
• Perhatikan Penderita Diabetes dan Hipertensi, Jangan Tidur Kurang dari 6 Jam: Ini Penjelasannya
Penurunan sebanyak 1 persen HbA1c dapat mengurangi komplikasi diabetes jangka panjang, seperti amputasi 43 persen, komplikasi mikrovaskuler 37 persen, gagal jantung 16 persen, dan stroke 12 persen.
Ketut Suastika menyarankan, pasien diabetes melakukan pemeriksaan HbA1c setiap tiga bulan sekali.
Nilai HbA1c pasien diabetes sebaiknya di bawah 7 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/molek1.jpg)