Breaking News:

Unjuk Rasa Mahasiswa

Total Tersangka Kelompok Bom Rakitan dan Molotov Dosen IPB, Jadi 21 Orang

Total Tersangka Kelompok Bom Rakitan dan Molotov Dosen IPB, Jadi 21 Orang. Mereka membuat kericuhan dalam aksi unjuk rasa mahasiswa dan Mujahid 212.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Barang bukti kasus temuan bom rakitan berupa bom ikan berisi paku milik kelompok dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith, yang dibekuk di kawasan Tangerang pada Jumat 27 September 2019 lalu dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019). 

Jumlah tersangka dalam kasus temuan bom rakitan berupa bom ikan berisi paku milik kelompok dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith, yang dibekuk di kawasan Tangerang pada Jumat 27 September 2019 lalu, jumlahnya bertambah menjadi total 21 orang.

Mereka adalah Abdul Basith, OS (42), Sugiyono alias Laode, Sony Santoso, LON alias Nadi, LOA, JRA, LOS, YF, Mulyono Santoso, Januar Akbar, MJ, MM, MNW, EF (51), ABH (50), HLD (54), UMR (44), ARS (51) alias TM, JKG (50), ADR (47).

Dari hasil penyelidikan 14 tersangka sebelumnya diketahui ada 7 tersangka baru. Dan mereka telah melakukan peledakan molotov saat demo ricuh yang terjadi 24 Semtember 2019 lalu.

"Jadi total tersangka semuanya menjadi 21 orang. Dalam bom ikan rakitan sebelumnya ada 14 tersangka.

Lalu ada 7 tersangka baru yang diketahui terlibat dalam peledakan molotov saat demo ricuh 24 September 2019 lalu. Mereka ini satu jaringan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019).

Argo menjelaskan dalam kasus peledakan sejumlah molotov saat demo ricuh, Selasa, 24 September 2019 di Pejompongan, Jakarta Pusat dan Palmerah, Jakarta Barat, ditetapkan 10 tersangka.

"Dari 10 tersangka, 3 tersangka sebelumnya sudah kita bekuk dalam kasus bom ikan rakitan. Jadi tersangka barunya ada 7 orang," kata Argo.

Sementara, kata Argo, satu orang lainnya masih buron atau jadi DPO polisi yakni KSM.

"Barang bukti yang diamankan adalah, pecahan botol molotov dan molotov yang belum diledakkan, serta sejumlah pakaian dan HP," kata Argo.

Mereka, katanya, membuat molotov dengan menggunakan botol diisi dengan bensin premium yang dibakar  menggunakan sumbu dari kain.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved