Robert Prosinecki Sebut Timnas Kroasia Tidak Bermain di Level Seharusnya
Prosinecki mengakui timnya empat terkejut karena Yunani tampil berbeda dibanding laga sebelumnya, saat melawan Finlandia.
Yunani akhirnya memetik kemenangan pertama di enam laga Grup J kualifikasi Piala Eropa 2020, setelah mengalahkan Bosnia Herzegovina 2-1 kemarin.
Kemenangan itu sekaligus kemenangan pertama bagi pelatih anyar Negeri Para Dewa, John van’t Schip.
Vangelis Pavlidis membawa tuan rumah unggul di menit ke-30.
Striker yang bermain di klub Belanda Willem II ini memanfaatkan asis Efthymis Koulouris.
Namun keunggulan itu hanya berlangsung lima menit karena Bosnia sukes membuat gol balasan melalui Amer Gojak.
Tak ingin dipermalukan di kandang sendiri, Van’t Schip menginstruksikan pemainnya agar lebih berani bermain agresif di paruh kedua.
Sejumlah peluang diperoleh Pavlidis dkk, dua di antaranya menghantam mistar gawang.
Gol yang ditunggu justru dihadirkan oleh bek Bosnia Adnan Kovacevic.
Bek berusia berusia 26 tahun itu justru membuat gol bunuh diri ketika mencoba menghalang umpan silang Giannis Fetfatzidis dua menit menjelang laga usai.
"Ini kemenangan yang sangat penting dan sebuah langkah maju. Setiap kemenangan akan membuat Anda semakin percaya diri. Kemenangan ini memang berbau keberuntungan, namun keberuntungan tidak akan pernah datang tanpa kerja keras," kata Van't Schip.
• Choiza Ingin Mengingat Kenangannya dengan Sulli Hingga Akhir Hayat
• Polisi Pastikan Sulli Bunuh Diri Bukan Dibunuh Setelah Melakukan Autopsi
• Polisi Ajukan Permintaan Surat Izin Autopsi untuk Sulli
Sementara itu, Pelatih Timnas Bosnia Robert Prosinecki menyebut timnya sedang sial.
Mestinya hasil imbang 1-1 adalah hasil yang paling adil untuk kedua tim.
Prosinecki mengakui timnya empat terkejut karena Yunani tampil berbeda dibanding laga sebelumnya, saat melawan Finlandia.
"Yunani memang lebih bagus, dan membuat laga ini menjadi rumit. Mereka tampil berbeda. Saya harus mengucapkan selamat kepada Van't Schip yang mendapatkan kemenangan pertama bersama Yunani," kata Prosinecki.
Mantan kapten Timnas Kroasia ini menambahkan, "Kami tidak bermain di level yang seharusnya, dan saya tidak tahu mengapa kami bermain buruk. Agak aneh karena kami tidak mampu mengulang permainan seperti saat melawan Finlandia dan Armenia. Jika Anda melihat laga ini, Yunani memang lebih baik dan layak menang."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/robert-prosinecki.jpg)