Kamis, 30 April 2026

Kecelakaan

Siswa SMPN 42 yang Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Bukan Kecelakaan

Kapolsek Pademangan Kompol Joko Handono menyimpulkan bahwa kematian anak SMP yang terjatuh dari lantai 4 sekolahnya karena bunuh diri.

Tayang:
Penulis: Luthfi Khairul Fikri |

FTS (14) siswa SMPN 42 tewas secara tragis karena terjatuh dari lantai 4 sekolah, saat teman-teman lainnya sedang mengikuti upacara bendera, Senin (14/10/2019) lalu.

Kapolsek Pademangan  Kompol Joko Handono mengatakan, telah menyimpulkan bahwa kematian anak SMP yang terjatuh dari lantai 4 sekolahnya karena bunuh diri.

Hal itu diketahui setelah mendapatkan keterangan dari 4 orang saksi yang diperiksa oleh para penyidik polisi.

Dari keterangan tersebut, Joko menuturkan korban keluar dari jendela kemudian melompat dari gedung sekolah.

Tragedi Siswa SMP Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 4 Sekolah di SMPN 42 Jakarta Utara

"Jadi jarak antara gedung dan tempat jatuhnya korban itu kalau dia memang sengaja terpeleset sepertinya tidak mungkin,” ucap Joko dalam keterangannya, Rabu (16/10/2019). 

“Karena pasti dia jatuh di lingkungan sekolah tapi ini jauh di luar sekolah jadi ada tolakan untuk menuju ke sana," ujarnya.

Saat upacara itulah terdengar seperti suara benda terjatuh, lalu beberapa saksi langsung menghampiri ke lokasi kejadian.

Ditemukan FTS sudah terbaring lemas dengan kondisi luka-luka bersimbah darah.

JAD Rancang Aksi Bom Bunuh Diri di Jogja-Solo Saat Jokowi-Maruf Amin Dilantik, Pengantin Sudah Siap

"Pada saat terjatuh itu kondisinya masih hidup kemudian masih bergerak kemudian pihak sekolah dibawa ke rumah sakit," jelasnya. 

FTS mendapat penanganan medis seketika itu juga. Kurang lebih 11 jam dari perawatan tersebut, bocah malang itu pun dinyatakan meninggal oleh tim Dokter. 

"Jadi sekitar jam 18:30 korban meninggal dunia, kami juga melihat sudah ada upaya dari medis untuk melakukan penyelamatan terhadap dia," kata Joko.

Polisi juga mengungkapkan kematian TFS  tidak ada pemicu permasalahan dari pihak keluarganya.

Polisi Pastikan Sulli Bunuh Diri Bukan Dibunuh Setelah Melakukan Autopsi

"Kalau dari keterangan keluarga terutama ibu korban, anak ini pendiam dan tidak ada tanda-tanda bermasalah dengan keluarga dan teman-temannya," ujar Joko.

Adapun, sesaat seusai terjatuh korban sempat dirawat secara intensif ke Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Namun sayang, nyawa TFS tak bisa diselamatkan.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved