Breaking News:

Artis Korea

Publik Buat Petisi Minta Pemerintah Korea Rubah UU Internet agar Peristiwa Sulli Tidak Terulang

Di dalam petisi itu, warganet meminta pemerintah menghukum orang yang selalu memberikan komentar negatif hingga menyebabkan Sulli tewas.

Koreaboo
Artis peran Korea Selatan, Sulli 

Warganet Korea Selatan mulai bergerak untuk memperbaiki sistem yang ada di dalam masyarakat.

Mereka membuat petisi yang ditujukan kepada para hater yang selama ini menghujat dan membully Sully hingga ia menderita depresi dan akhirnya bunuh diri dengan cara gantung diri di lantai 2 rumahnya.

Warganet berharap, Sulli menjadi selebriti terakhir yang bunuh diri akibat tekanan dari para hater dan masyarakat.

Sehari setelah kepergian Sulli, warganet mulai menyebarkan petisi secara daring (dalam jaringan/online) melalui situs petisi nasional di Korea.

Di dalam petisi itu, warganet meminta pemerintah menghukum orang yang selalu memberikan komentar negatif hingga menyebabkan Sulli tewas.

Berikut pernyataan petisinya:

"Kami meminta orang-orang yang menulis komentar jahat kepada Sulli selama ini hingga menyebabkan Sulli tewas harus dihukum. Selebriti lain seperti Jonghyun juga menderita karena komentar jahat dari warganet yang membuatnya mengambil keputusan mengerikan itu. Jika undang-undang tidak bisa dirubah, hal seperti ini akan terus terjadi. Mohon buat perubahan dalam undang-undang sehingga orang-orang yang memberikan komentar jahat bisa mendapat hukuman yang pantas."

Siaran Langsung di Instagram, Sulli Pamer Dada Hingga Dikritik Warganet

Sulli saat melakukan siaran langsung di Instagram mendapat kritikan dari warganet karena bagian dadanya terlihat jelas
Sulli saat melakukan siaran langsung di Instagram mendapat kritikan dari warganet karena bagian dadanya terlihat jelas (Koreaboo)

Sulli memutuskan istirahat dari dunia industri pada tahun 2014 karena komentar jahat yang terus ia terima.

Ia bahkan meninggalkan SM Entertainment dan f(X) karena tekanan yang ia alami.

Pada tahun 2018, Sulli mengungkapkan kalau ia menderita gangguan kecemasan (sosiofobia) dan gangguan kepanikan (panic disorder).

Halaman
1234
Penulis: Dewi Pratiwi
Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved