Minggu, 12 April 2026

Berita Tangerang

Tempat Billiard di Tangerang Jadi Sarang Mabuk-mabukan dan Mesum

Sebuah permainan billiard arena ketangkasan bola sodok yang berlokasi di sekitaran City Mall Tangerang diduga menjadi lokasi peredaran minuman keras

Istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

KARAWACI, WARTAKOTALIVE.COM - Sebuah permainan billiard arena ketangkasan bola sodok yang berlokasi di sekitaran City Mall Tangerang diduga menjadi lokasi peredaran minuman keras dan praktik prostitusi.

Selain menyediakan minuman keras bagi para pengunjungnya, di tempat tersebut juga tersedia beberapa ruang karoke yang disinyalir kerap digunakan untuk musem.

Hal tersbut diamini oleh Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli.

Ia mengklaim pihaknya telah sering melakukan razia, namun sang pengelola masih saja membandel tetap membuka tempat itu.

Seolah tak jera kendati pernah digerebek oleh petugas arena ketangkasan tersebut diduga masih saja menjajakan minuman keras.

Dan menyediakan ruangan bagi pelaku esek - esek dengan berkedok ruangan karoke.

"Sudah kami operasi, rekomendasinya diberikan ke Gakumda untuk ditutup," ujar Ghufron kepada Warta Kota, Selasa (8/10/2019).

HM. Hasan tokoh masyarakat setempat meminta instansi terkait untuk segera menutup arena ketangkasan bola sodok ini.

Pasalnya selain menimbulkan kerawanan dan keresahan lokasi arena ketangkasan tersebut juga dikhawatirkan menjadi sarang maksiat.

"Mabok ada, judi ada, perempuan lengkap itu tempat. Mending mah ditutup aja itu tempat billiard," ucap Hasan.

Ia menilai, pemerintah semestinya memberikan perhatian lebih atas kondisi lokasi target billiard yang berpotensi menjadi sarang maksiat.

Terlebih yang menjadi sasaran utama pelanggannya kebanyakan anak - anak muda.

"Ini kan mereka diracuni di lokasi itu. Sudah jangan dikasih ampun kemarin pernah digerebek eh sekarang malahan buka lagi," katanya.

Dirinya menduga, penggerebekan yang dilakukan petugas beberapa lalu menjadi salah satu penggugur kewajiban akan maraknya kegiatan maksiat di lokasi tersebut.

Sebab pasca-penggerebekan itu tidak ada tindak lanjut atau pengawasan yang dilakukan petugas atau instansi terkait akan keberadaan lokasi ini.

"Kalau pemerintah tidak bisa menutup lokasi itu, biar kami warga sekitar juga masih mampu untuk menyegel lokasi yang kami duga menjadi lokasi maksiat," ungkap pria yang akrab disapa Haji Acang ini. (dik)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved