Selasa, 21 April 2026

Kebocoran Minyak Pertamina di Laut Karawang Sudah Tertutup

Kebocoran Minyak Pertamina di Laut Karawang Sudah Tertutup. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Muhammad Azzam |
Istimewa
Kebocoran sumur bor PT Pertamina, terjadi di sekitaran anjungan Lepaas Pantau YYA-1 Area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Saat ini PT Pertamina masih melakukan proses pembersihan tumpahan minyak di Pantai Karawang. (Dok PT Pertamina) 

KEBOCORAN minyak Pertamina di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di perairan Karawang, pada Minggu 21 Juli 2019 lalu telah tertutup.

Kini tersisa untuk dilakukan penyemenan agar tertutup secara permanen.

Hal itu diungkapkan Fajriyah Usman selaku VP Corporate Communication Pertamina, saat dihubungi Wartakota, Senin (7/10/2019).

81 Pengungsi Wamena Kembali Mendarat Di Lanud Halim Perdana Kusuma

Fajriyah Usman menuturkan bahwa secara umum saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan cementing atau penyemenan. Pasalnya, masih ada beberapa tes maupun monitoring sebelum dilakukan penyemenan agar benar-benar tertutup permanen.

"Mudah-mudahan akhir minggu ini bisa dilakukan penyemenan," ujar Fajriyah.

Pertamina memastikan saat ini sudah tidak ada lagi tumpahan minyak baru. Pasalnya, sudah tidak ada lagi kebocoran yang terjadi.

"Oil spill sudah tidak keluar dari anjungan tersebur sejak 21 September 2019. Yang ada sisa-sisa oil spill dari sebelumnya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, hari ini juga Pertamina mulai membagikan uang kompensasi tumpahan minyak yang terdampak di pesisir pantai wilayah Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, pada Senin (7/10/2019).

81 Pengungsi Wamena Kembali Mendarat Di Lanud Halim Perdana Kusuma

Pembagian itu dilakukan di kantor Desa Pantai Bakti. Ratusan warga bergerombol antre untuk melakukan proses yang dilakukan Pertamina agar mendapatkan uang kompensasi tersebut.

Uang kompensasi itu diberikan kepada nelayan, petambak, maupun pencari kerang.

"Iya betul sudah mulai dibagikan. Tapi totalnya nunggu rekap dari tiga bank yang buatkan rekening untuk pembayaran kompensasi," ujar VP Relations PHE, Ifki Sukarya.

Ifki menuturkan pencairan kompensasi melalui tiga bank, yakni Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

Adapun besaran kompensasi awal yakni Rp 900 ribu per bulan untuk setiap yang melakukan klaim.

"Bekasi kompensasi awal untuk 2 bulan jadi total Rp1,8 juta per klaim yang akan diperhitungkan dengan hasil hitungan klaim masing-masing," kata dia.

Para Pelajar yang Terdampak Kebakaran di Tamansari Belum Dapat Bersekolah

Besaran kompensasi sebesar Rp 900 ribu hanya hitungan awal. Akan ada proses perhitungan akhir total ganti rugi dan masih dalam proses.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved