Fintech

Ini Alasan Sinergi Fintech dan Perbankan Tidak Bisa Dihindari

Kolaborasi antara perusahaan fintech dan perbankan dapat menjadi salah satu solusi masa depan bagi industri keuangan di Indonesia.

Ini Alasan Sinergi Fintech dan Perbankan Tidak Bisa Dihindari
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Tren penurunan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan dari rata-rata 12 persen pada 10 tahun lalu menjadi rata-rata lima persen saat ini juga menuntut perbankan untuk berinovasi dan berkolaborasi dengan fintech.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Kolaborasi antara perusahaan teknologi keuangan atau financial technology (fintech) dan perbankan dapat menjadi salah satu solusi masa depan bagi industri keuangan di Indonesia.

Sinergi tersebut dapat menjawab tantangan inklusi keuangan di Tanah Air yang masih relatif rendah dibanding negara lain.

Aria Widyanto, Director Risk and Sustainability Amartha, mengatakan, kolaborasi dan sinergi fintech dan perbankan tidak bisa dihindari.

"Fintech itu lebih fleksibel dalam memahami kebutuhan dan pelayanan customer. Dengan dukungan teknologi, fintech bisa beradaptasi dengan cepat sesuai customer experience," kata Aria, Senin (7/10/2019).

Ranitidine Memicu Kanker, BPOM Resmi Menarik Obat yang Mengandung Ranitidine

"Sementara bank seperti sebuah entitas besar, yang sangat konservatif dan tidak mampu mengejar perubahan customer experince. Karena itu, di masa depan sinergi keduanya tidak mungkin dihindari,” katanya.

Aria mengatakan, tren penurunan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan dari rata-rata 12 persen pada 10 tahun lalu menjadi rata-rata lima persen saat ini juga menuntut perbankan untuk berinovasi dan berkolaborasi dengan fintech.

“Di masa depan, fee based income akan menjadi inovasi bank untuk menghasilkan revenue, sehingga kolaborasi dengan fintech sulit dihindari,” kata Aria.

Sementara itu, Agus F Abdillah, Chief Product and Services Officer Telkomtelstra, mengatakan, dengan dukungan teknologi digital, fintech bisa lebih fleksibel (agile) dalam melayani konsumen di industri keuangan.

Jalur Puncak Akan Diubah Jadi Sistem 2-1, Uji Coba Mulai 27 Oktober 2019: Simak Penjelasannya

“Di sisi lain, perbankan sangat prudent, dan fintech tidak se-prudent perbankan. Ini yang menjadi kekhawatiran perbankan bahwa mereka bisa tergerus oleh fintech. Nah, ke depan bank akan lebih berkolaborasi dengan fintech,” ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved