Konflik Wamena

Pengamat Yakin Warga Pendatang Akan Kembali ke Wamena, Ini Alasannya

Pengamat Yakin Warga Pendatang Akan Kembali ke Wamena, Ini Alasannya. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Pengamat Yakin Warga Pendatang Akan Kembali ke Wamena, Ini Alasannya
Warta Kota
Proses pemulangan pengungsi asal Wamena di Lanud Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (3/10). 

INTERAKSI kehidupan antara warga pendatang dan warga asli Papua sudah berjalan lama.

DIREKTUR Eksekutif Freedom Institute, Rizal Mallarangeng, mengungkapkan hal itu.

Interaksi yang berjalan harmonis itu, kata dia, harus diciptakan kembali agar tidak ada perpecahan.

WARGA Dibikin Geger, Ada 17 Celana Dalam Berbagai Motif Milik Warga Tangerang Hilang

“Keharmonisan hidup berdampingan antara siapa pun yang tinggal di Bumi Cendrawasih sudah terpupuk dari dulu hingga sekarang. Karenanya, adanya hoaks dan isu rasisme sangat disayangkan terjadi. Jadi jika ada kerusuhan seperti kemarin, maka itu pasti diciptakan oleh pihak lain yang ingin memecah belah," kata Rizal kepada wartawan, Jum’at (4/10/2019).

Oleh sebab itu, Rizal mengimbau warga Papua untuk lebih selektif menerima informasi.

Kabar bohong yang sengaja diciptakan dinilainya bisa memunculkan disintegrasi.

Dia meyakini, warga pendatang yang sudah lama menetap di Wamena akan kembali.

KRONOLOGI Perampokan Sadis Pasangan Guru SMP, Tak Sampai 24 Jam Berhasil Dibekuk Karena Ini

"Saya yakin, warga pendatang yang sudah lama tinggal di Wamena, dan sudah menjadi warga lokal akan kembali ke Wamena. Karena selama ini, hubungan antara mereka dengan warga asli sudah sangat kondusif," jelas Rizal.

Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang semakin kondusif pasca kerusuhan pada 22 September lalu, membuat sebagian besar warga pendatang yang masih tinggal di pos-pos pengungsian ingin segera kembali ke rumah asalnya di kota tersebut.

Para pendatang, yang sudah 20 tahun tinggal, bekerja, atau membuka usaha di Wamena, menyatakan sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan warga asli Papua. Oleh karena itu mereka yakin akan kembali rukun dan menjalani kehidupan normal seperti sediakala.

Gemar Makan di Restoran All You Can Eat? Ini Ada 5 Trik Makan di Tempat Itu

"Kami saling kenal dan hidup rukun. Oleh karena itu saya ingin kembali. Bukan hanya ingin meneruskan usaha, tapi juga karena saya yakin mereka juga baik terhadap kami," ujar Satria, ibu dua anak yang sudah 19 tahun tinggal di Wamena.

Satria yang mengungsi di Masjid Al Aqsha, Jalan Polres Kota Sentani, Jayapura menambahkan saat kerusuhan terjadi, dirinya diselamatkan oleh warga Papua yang juga menolong warga lainnya untuk bersembunyi ke gereja terdekat di Wamena.

"Jadi sebenarnya, kami hidup sangat rukun. Para perusuh yang merusak dan membuat situasi Wamena. Jika sudah aman, kami ingin kembali," jelasnya.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved