Sabtu, 2 Mei 2026

Unjuk Rasa Mahasiswa

Mahasiswa: Kami Pernah ke Istana Tapi Hanya Diperlakukan Seperti Anak TK

Mahasiswa mengaku kapok menggelar pertemuan tertutup di Istana. Mereka menganggap diperlakukan seperti anak TK karena hanya mendengar pidato Presiden.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Youtube Kompas Tv
Presma BEM UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Sultan Rivandi 

Perwakilan mahasiswa mengungkapkan pengalaman tidak enak saat diundang Istana Kepresidenan di tahun 2018.

Saat itu mereka hanya mendengarkan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) layaknya anak TK.

Hal itu diungkapkan Presma BEM UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Sultan Rivandi di acara Rosi tayang di Youtube Jumat (4/10/2019).

Sultan menjelaskan, mereka punya alasan ketika minta pertemuan diselenggarakan terbuka dan disaksikan seluruh masyarakat Indonesia.

BEM UI Tolak Undangan Pertemuan dengan Jokowi, Minta Aktivis Dibebaskan

Mereka belajar dari pengalaman di tahun 2015 dan tahun 2018.  

“Saya hadir ke Istana Bogor di tahun 2018, dan kami tidak dijadikan subjek, dimana hanya beberapa saja  yang bisa berbicara,” kata Sultan.

Padahal kata Sultan, saat itu mereka sudah membawa sejumlah rekomendasi terkait permasalahan negara.

“Tapi kami disana hanya duduk mendengarkan Pak presiden berpidato, menampikan isu-isu  yang kami ajukan, karena waktu itu mau Pilpres dan kami hanya dijadikan seperti anak TK,” ungkap Sultan.

Pelantikan Presiden 20 Oktober, Muncul Nama 33 Calon Menteri Kabinet Jokowi, Ada Pengamat

Oleh karena itu, mereka ingin pertemuan itu dibuka seluas-luasnya agar publik melihat kebenaran.

“Salah satu cara agar dialog terbuka itu disiarkan agar bukan hanya mahasiswa saja yang melihat tapi seluruh masyarakat melihat,” kata Sultan.

Belum lagi kata Sultan, pengunjuk rasa tersebar di seluruh daerah Indonesia. Dimana mahasiswa daerah harus mengetahui isi pertemuan secara gamblang.

“Kalau itu tertutup kami tidak bisa meyakinkan ada banyak mahasiswa yang turun ke jalan, semua berkeringat semua memiliki andil,” jelas Sultan.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Pratikno memastikan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan mahasiswa pada Jumat (27/9/2019) lalu batal.

"Belum ada jadwal, nanti ada beberapa pertemuan sore ini, tapi dengan BEM kelihatannya belum," kata Pratikno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat siang.

Padahal Kamis sebelumnya, Presiden menyatakan akan bertemu dengan mahasiswa di Istana Kepresidenan.

Namun, Pratikno menyebut pertemuan itu memang baru direncanakan sehingga bisa saja dibatalkan.

"Ya namanya merencanakan bisa saja tertunda," kata dia.

Saat ditanya apakah batalnya pertemuan ini karena mahasiswa meminta pertemuan dilakukan secara terbuka, Pratikno membantah.

Menurut dia, pertemuan batal karena Presiden menerima tamu lain. Namun, ia tak menjawab siapa tamu yang akan bertemu Presiden.

"Enggak, belum ada begitu, sore ini ada beberapa pertemuan. Presiden ada beberapa tamu jadi jadwalnya (untuk bertemu mahasiswa) belum ditetapkan," kata dia.

Meski Jatuh Hari Minggu, KPU Pastikan Pelantikan Jokowi-Maruf Amin Tetap 20 Oktober

Sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia menyatakan hanya bersedia bertemu dengan Presiden Jokowi jika pertemuan dilakukan terbuka alias bisa disaksikan langsung masyarakat luas.

"Menyikapi ajakan pertemuan dengan Presiden Jokowi, Aliansi BEM Seluruh Indonesia hanya bersedia bertemu dengan Presiden apabila dlaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM seluruh Indonesia Muhammad Nurdiyansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved