Film

Film Horor Sedang Laris, Kisah Kajeng Kliwon yang Dikenal Masyarakat Bali Diangkat ke Layar Lebar

Jumlah penonton dan pecinta film horor di bioskop juga begitu banyak. Nyatanya, Pengabdi Setan, Suzana, hingga trilogi Danur mendapat banyak penonton.

istimewa
Poster film Kajeng Kliwon garapan sutradara Bambang Drias. Film yang didanai Applecross bekerjasama dengan 9 Advertising Sabah, Malaysia, direncanakan akan diputar di bioskop Indonesia pada akhir 2019. 

Film horor di Indonesia semakin banyak penggemarnya beberapa tahun terahir ini.

Jumlah penonton dan pecinta film horor di bioskop juga begitu banyak. Nyatanya, Pengabdi Setan, Suzana, hingga trilogi Danur mendapatkan banyak penonton di bioskop.

Masih banyak film horor yang mendapatkan jumlah penonton diatas satu juta orang dan menjadi box office di Indonesia.

Film horor Jangan Sendirian ini dipastikan sangat berbeda dengan film horor yang sudah ada. Di mana perbedaan utama adalah unsur klenik yang dihadirkan bukan mengusung hantu klasik biasa.
Film horor Jangan Sendirian ini dipastikan sangat berbeda dengan film horor yang sudah ada. Di mana perbedaan utama adalah unsur klenik yang dihadirkan bukan mengusung hantu klasik biasa. (Warta Kota/Istimewa)

Hal tersebut menarik hati rumah produksi Appelcross dan 9 Advertising Sabah untuk memberanikan diri membuat film bertema horor.

Film berjudul Kajeng Kliwon garapan Applecross dan 9 Advertising Sabah mengangkat kisah mistis yang berkembang di masyarakat Bali.

"Pertama kalinya Appelcross bekerjasama 9 Advertising Sabah membuat film horor di Indonesia," kata Bambang Drias, sutradara film Kajeng Kliwon, berbincang, Selasa (1/10/2019).

Ritual Adat Kajeng Kliwon Diangkat ke Layar Lebar dan Diputar di Festival Film Busan 2019

Setelah Bangkit! di 2016, Acha Septriasa dan Deva Mahenra Akting Bersama Lagi di Film 99 Nama Cinta

Selain bekerjasama memproduksi film horor, Applecross dan 9 Advertising Sabah juga menjadi distributor film Kajeng Kliwon di sejumlah negara Asia Tenggara.

Film tersebut diedarkan di Malaysia, Kamboja hingga Vietnam.

Cerita film Kajeng Kliwon diangkat dari adat dan budaya di Bali, yaitu malam kajeng Kliwon. Di malam itu masyarakat menganggap sebagai malam keramat dan suci.

Sutradara film Bambang Drias (kedua dari kiri) ketika bertemu Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana. Bambang mengenalkan film garapannya berjudul Kajeng Kliwon yang merupakan salah satu ritual adat masyarakat Bali.
Sutradara film Bambang Drias (kedua dari kiri) ketika bertemu Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana. Bambang mengenalkan film garapannya berjudul Kajeng Kliwon yang merupakan salah satu ritual adat masyarakat Bali. (istimewa)

"Kami berharap istilah Kajeng Kliwon tidak hanya populer di Bali, tapi juga di daerah lain, bahkan di dunia," ujar Bambang Drias.

Tidak hanya ceritanya yang bagus, film Kajeng Kliwon juga digarap dengan kualitas yang baik. "Layak ditonton masyarakat internasional," katanya.

Bukan hanya sutradara film saja, aktor dan aktris hingga kru film Kajeng Kliwon juga berasal dari Indonesia.

Seperti Kisah Novel, Syuting Film Senior Dilakukan Jerome Kurnia dan Rebecca Klopper hingga Spanyol

Belajar Kebaikan dari Hal Sederhana di Film 99 Nama Cinta yang Dibintangi Acha Septriasa

"Itu bentuk kerjasama kami yang lain," jelas Ngu Tieng Ling dan Amri Ginang, Produser Eksekutif 9 Advertising Sabah.

Rencananya, film Kajeng Kliwon akan di produksi pada akhir 2019. Saat ini masih dalam penggarapan naskah yang juga dikerjakan penulis skenario dari Indonesia.

"Mereka melihat industri film Indonesia sedang berkembang dan ingin mencoba investasi film disini," kata Bambang Drias.

Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved