Senin, 13 April 2026

Buku Eureka di Negeri Seberang Diharapkan Jadi Inspirasi Dunia Pendidikan

Dosen Indy Hardono meluncurkan buku berjudul Eureka di Negeri Seberang, sebuah buku menarik yang mengawinkan konten dengan disain dan konsep buku

Penulis: Dody Hasanuddin |
Wartakotalive.com/Dody Hasanuddin
Indy Hardono, yang merupakan Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia dan juga penulis kolom edukasi Kompas.com meluncurkan buku Eureka di Negeri Seberang. 

PALMERAH, WARTAKOTALIVE.COM - Dosen Indy Hardono meluncurkan buku berjudul Eureka di Negeri Seberang, sebuah buku menarik yang mengawinkan konten dengan disain dan konsep buku secara keseluruhan itu disajikan dengan ceria serta tidak melelahkan otak dan mata.

Eureka di Negeri Seberang yang ditulis praktisi pendidikan itu membahas tentang pendidikan dari sudut pandang yang lebih filosofis dengan gaya penuturan yang kontemplatif.

Sebab itu, Indy berharap buku tersebut dapat menggugah dan menginspirasi putra dan putri Indonesia bahwa masalah pendidikan dapat diselesaikan dengan menengok sejarah.

"Saya berpandangan konsep pendidikan nasional di Indonesia sudah digagas sangat bagus oleh Ki Hajar Dewantara.

"Berdasarkan ilmu yang telah ditanamkan itu generasi muda tinggal mengembangkannya untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia," kata Indy, Minggu (29/9/2019).

Salah seorang pengulas buku pada peluncuran buku ini, Profesor Bondan Tiara Sofyan, yang merupakan Direktur Jendral Potensi Pertahanan Kementrian Pertahanan RI, mengatakan, konsep bela negara bagi generasi muda seharusnya juga mengikuti perkembangan zaman terutama di era digital seperti sekarang ini ketika tidak ada lagi filter informasi.

Bondan menyambut baik penerbitan buku ini karena menyajikan tema-tema kebangsaan yang dikemas dengan lebih ringan dan tidak menggurui.

"Saat pertama membaca buku ini saya terkagum dengan gaya penulisannya dan kelengkapan data buku itu. Membacanya enak, kata dan kalimatnya indah. Padahal yang disajikan adalah sebuah alur sejarah," tutur Bondan.

Menurut Tugu Nugraha, seorang konsultan komunikasi digital yang juga menjadi pengulas pada acara peluncuran buku tersebut mengatakan, saat ini buku seharusnya bukan hanya sebuah suguhan pemikiran namun juga sajian pengalaman membaca yang memanjakan.

Buku harus membuat nyaman pembaca dengan tampilan warna dan disain ciamik dan bahkan ada ruang kosong untuk memberi komentar, kesan dan bahkan kritik.

Sehingga buku menjadi sebuah media interaksi yang hidup.

Bagi Indy, menulis buku tidak harus menunggu menjadi siapa.

Tidak harus menjadi menteri dulu, atau CEO satu perusahaan besar.

Tidak harus pula menjadi sarjana sastra dahulu untuk menghasilkan satu bacaan bermutu.

Dalam pemikirannya, menulis buku bisa dilakukan oleh siapa saja, dengan modal pengalaman keseharian.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved