Sabtu, 2 Mei 2026

Industri Modifikasi Lebih Banyak Permintaan dari Luar Negeri

Ekosistem industri modifikasi yang mulai terbangun menjadi salah satu faktor pendorongnya sehingga Industri modifikasi di Indonesia bergairah.

Tayang:
Kompas.com/Gilang Satria
Datsun Go Mooneyes di ajang Indonesia Modification Expo (IMX) 2019. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Industri modifikasi di Indonesia tengah bergairah.

Ketua National Modificator & Aftermarket Association (NMAA), Andre Mulyadi, mengatakan, ekosistem industri modifikasi yang mulai terbangun menjadi salah satu faktor pendorongnya.

"Industri ini bukan sekadar hobi, tetapi kami semua dalam proses untuk bisa menyemarakkan industri otomotif di Indonesia," kata Andre baru-baru ini.

Andre mengatakan, keinginan untuk menggerakkan industri modifikasi diwujudkan dalam gelaran IMX 2019.

Benarkah Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Membuat Anda Susah Kaya?

Pameran industri modifikasi itu mempertemukan tiga pilar dalam industri otomotif yakni agen pemegang merek (APM) kendaraan, aftermarket, serta modifikator dan komunitasnya.

Ini menjadi pertanda baik bagi industri modifikasi.

Sebab, selama ini pelaku industri modifikasi merasa produknya justru lebih banyak diserap oleh pasar luar negeri dibandingkan pasar dalam negeri.

Salah satunya produk bodi kit yang diproduksi oleh produsen bodi kit lokal, Karma.

Pada IMX tahun 2018, Karma meluncurkan bodi kit Toyota FT 86.

Hingga saat ini, Karma berhasil menjual 12 bodi kit.

74 Tahun Kereta Api Indonesia, Ada Kereta Istimewa: Berikut Fasilitas dan Harganya

Adapun dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya dipesan dari pasar Amerika Serikat, sementara lima permintaan lainnya dari pasar lokal.

Kiki Anugraha, pendiri Karma, mengatakan, permintaan dari konsumen sebenarnya bisa mencapai 30 per hari.

Sebagian besar tidak terealisiasi karena biaya pengapalan yang mahal.

Apalagi permintaan lebih banyak datang dari luar negeri.

"Misal biaya body kit untuk FT 86, kami jual 3.000 dollar AS, sementara shipping sama tax bisa sampai 2.100 dollar AS," kata Kiki seperti dikutip Kontan.

Di sisi lain, produsen lokal Karma merasa kesulitan menjual bodi kit di dalam negeri lantaran pasar Indonesia beranggapan produk modifikasi impor masih lebih baik dibandingkan produk lokal.

Menghadapi hal ini, Karma berusaha untuk terus mempertahankan kualitas material dengan finishing yang setara dengan pasar luar negeri.

Perjalanan Kereta Api di Indonesia Selama 74 Tahun, Bermula dari Jalur Kereta Semarang-Tanggung

Andre tidak memungkiri hal tersebut, ia merasa pasar dalam negeri masih perlu edukasi bahwa produk-produk dari modifikator lokal tidak kalah kualitasnya dengan produk impor.

Lesunya permintaan dari pasar dalam negeri membuat 85 persen dari produk industri modifikasi lokal justru diserap pasar ekspor.

Oleh karenanya, sebelum penyelenggaraan IMX, pihaknya kerap mengadakan edukasi agar modifikator maupun pasar menghargai karya dalam negeri.

NMAA juga berupaya memperkuat industri modifikasi lokal, dengan mengusahakan produk-produk yang diimpor belum diproduksi di Indonesia.

Ingin Mencoba Jadi Investor di Layanan Urun Dana? Simak Penjelasannya

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Industri modifikasi didominasi permintaan ekspor

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved