Berita Video
VIDEO: Anggota DPRD Depok Geram dan Minta Wartawan Klarifikasi di Rapat Paripurna
"Wartawan yang mewawancari Pak Sekwan harus hadir, jadi kalau wartawannya enggak ada, percuma.
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Ahmad Sabran
Pimpinan Baru DPRD Depok Intimidasi Kerja Wartawan dan Meminta Wartawan Klarifikasi di Rapat Paripurna
Terkait pemberitaan media soal mangkirnya 50 Anggota DPRD Kota Depok pasca pelantikan.
Wakil Ketua DPRD Depok, Tajudin Tabri dari Partai Golkar mencecar pimpinan sidang untuk meminta klarifikasi dari Sekretaris Dewan (Sekwan), Zamrowi.
Tak sampai disitu, dalam Rapat Paripurna yang mengagendakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pimpinan DPRD Depok, Tajudin juga dengan nada penekanan meminta kepada pimpinan sidang untuk menyertakan wartawan yang menuliskan berita tersebut.
"Wartawan yang mewawancari Pak Sekwan harus hadir, jadi kalau wartawannya enggak ada, percuma. Ada enggak wartawannya di sini, panggil wartawannya, munculin di sini (dalam ruang Rapat Paripurna)," ujar Tajudin dengan menggebu-gebu saat interupsi kepada pimpinan sidang di Ruang Paripurna, Gedung DPRD Depok, Jumat (27/9/2109)
Tajudin mengaku keberatan dengan pernyataan Sekwan di media terkait mangkirnya anggota dewan.
"Ini saya paling keberatan dengan pernyataan Pak Sekwan, karena tiap hari saya masuk, catet itu," tutur Tajudin
Sementara itu, selepas Rapat Paripurna, ketiga pimpinan DPRD yakni Ketua DPRD, Teungku Muhammad Yusuf Saputra (PKS), bersama dua wakilnya Yeti Wulandari (Gerindra), dan Tajudin Tabri (Golkar) mengadakan jumpa pers.
Dalam momen itu, wartawan dari Viva.co.id, Arul, mengutarakan keberatannya terkait pernyataan Tajudin.
Menurut Arul, ketika sebuah pemberitaan sudah terbit di media massa, maka hal itu merupakan produk jurnalistik dan sudah bukan lagi tanggung jawab perorangan atau reporter.
"Ini sepertinya pimpinan mengitimidasi kinerja jurnalistik, harusnya pimpinan mengetahui Undang-Undang Pers bahwa ada Hak Jawab jika keberatan dengan pemberitaan," papar Arul.
Dalam kesempatan yang sama pun, seorang wartawan online pun angkat bicara dalam jumpa pers tersebut.
"Bapak dan ibu kan wakil rakyat, jangan hanya mengundang wartawan saat ada acara atau kunjungan kerja, itu pencitraan namanya, ketika di kritik kayak kebakaran jenggot," tutur Wahyu salah seorang wartawan online.
Wartawan yang meliput di Depok pun beramai-ramai mencecar para pimpinan dan menyatakan keberatannya.
Sejumlah wartawan senior pun mengaku jika Anggota DPRD terutamanya Tajudin, harus memelajari UU Pers sehingga tak serta merta berkata demikian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ruang-paripurna-gedung-dprd-depok.jpg)