Berikut Tips Agar Anak Bisa Menjadi Investor Ulung
Akan tetapi masih sedikit orangtua yang mengajarkan buah hatinya mengenai investasi sejak dini.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Menabung adalah salah satu cara orangtua memperkenalkan mengelola uang kepada anak.
Anak diajarkan pentingnya menabung untuk masa depan.
Akan tetapi masih sedikit orangtua yang mengajarkan buah hatinya mengenai investasi sejak dini.
"Investasi adalah sesuatu yang banyak orang tua kesulitan (untuk mengajarkan kepada anak)," kata perencana keuangan senior T Rowe Price, Roger Young seperti dikutip dari CNBC yang dilansir Kompas.com, Selasa (24/9/2019).
Menurut Young, orangtua yang tidak memiliki kebiasaan berinvestasi secara otomatis tidak sering membicarakan investasi dengan anak.
• Kenapa Kopi Jenis Ini Bisa Dibanderol Hingga Puluhan Juta Rupiah?
Besar kemungkinan, kebiasaan finansial negatif bisa juga ditularkan ke anak.
Tentu saja, penting untuk mengajarkan anak menyisihkan uang dan menyaksikan uang itu tumbuh karena ada bunga.
"Akan tetapi, sulit untuk mewujudkan tujuan jangka panjang tanpa berinvestasi. Tentu, segalanya dimulai dari menabung, menabung harus jadi prioritas pertama. Untuk kesuksesan jangka panjang, investasi harus menjadi langkah selanjutnya," kata Young.
"Bunga yang kita peroleh dari tabungan di bank sangatlah rendah. Oleh sebab itu,berinvestasi menjadi cara agar uang bertumbuh terus," katanya.
Ketika anak telah mengetahui konsep bunga, maka ia bisa mulai dijelaskan tentang investasi dan pasar modal.
• Rumah dengan Harga di Bawah Rp 500 Juta Paling Dicari Konsumen
Anak, kata Young, akan memiliki kemampuan untuk memperoleh lebih banyak apabila telah memahami beberapa konsep penting ini.
Pertama, saham versus obligasi.
Jelaskan pada anak bahwa jika ia berinvestasi di saham, maka ia memiliki sebagian saham perusahaan.
Apabila ia berinvestasi di obligasi, maka ia meminjamkan uang kepada perusahaan.
Kedua, risiko versus untung.
Ayah dan ibu harus jelaskan kepada anak bahwa jika ia mengambil risiko lebih besar, maka untungnya pun lambat laun semakin besar pula.
Namun, kecenderungan kehilangan uang meningkat juga.
• Vape Bukan Sebagai Jembatan untuk Berhenti Merokok
Ketiga, jangka waktu.
Menabung selama enam bulan berbeda dengan menabung selama lima tahun dalam konsep berinvestasi.
"Meskipun saham bisa anjlok, namun dalam jangka panjang akan naik," kata Young.
Keempat, diversifikasi.
Investasi di beberapa perusahaan akan menurunkan risiko dibandingkan hanya berinvestasi pada satu saham.
Orangtua pun bisa menjelaskan pada anak, apabila ia berinvestasi di saham, maka ia memiliki sebagian porsi perusahaan.
Sebutkan saja perusahaan yang anak ketahui, misalnya maskapai, bank besar, maupun produsen makanan atau minuman favoritnya.
• Zodiak Berhubungan dengan Kepribadian Seseorang? Berikut Penjelasannya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ingin Anak Kelak Jadi Investor Ulung? Ayah Ibu Harus Lakukan Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/investasi-reksadana__8899.jpg)