Rusuh Papua
UPDATE Pemerintah Kembali Putus Internet Papua, Demokrasi Indonesia Dianggap Semakin Terperosok
PIHAK Pemerintah kembali memutus jaringan internet Wamena, usai kerusuhan Senin (24/9/2019).
Penulis: Desy Selviany |
PIHAK Pemerintah kembali memutus jaringan internet Wamena, usai kerusuhan Senin (24/9/2019).
Keputusan pemerintah dikritik pengamat media sosial Damar Juniarto.
Executive Director SAFENet itu menilai cara pemerintah yang kerap memutus jaringan
internet untuk atasi kerusuhan mencerminkan demokrasi Indonesia yang terperosok.
“Ini sangat disayangkan karena membuat kondisi demokrasi di Indonesia semakin
terperosok,” kata Damar lewat akun twitternya Selasa (24/9/2019).
Menurut Damar, cara ini juga menyiratkan bahwa pemerintah Indonesia menganggap
masyarakat Papua tidak cerdas mengelola informasi berbasis internet.
Padahal kata Damar, tidak melulu internet di Papau difungsikan untuk menyebarkan
hoaks dan profokasi.
“Padahal banyak dari mereka yang justru dapat memberikan informasi nyata dan
sesuai fakta kepada sanak keluarganya di luar Papua sehingga dapat meredam
kekhawatiran,” jelas Damar.
Oleh karena itu ia mengeluarkan tiga tuntutan untuk pemerintah yang telah memutus
internet Papua untuk kedua kalinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/papua-wamena-internet.jpg)