Tinves Ekspansi ke Tiga Negara dengan Teknologi Baru 

Timah International Investment Pte Ltd (Tinves) melakukan ekspansi teknologi ke tiga negara, Thailand, Papua Nugini (PNG) dan China

Penulis: | Editor: Dian Anditya Mutiara
istimewa
Vice President Tinves Bambang Sumoto (empat dari kiri) bersama tim akan menerapkan teknologi terbaru bidang pengolahan hasil tambang dan turunannya. 

Timah International Investment Pte Ltd (Tinves) melakukan ekspansi teknologi ke tiga negara, Thailand, Papua Nugini (PNG) dan China.

Anak perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) PT Timah Tbk yang dibentuk pada 2014 di Singapura itu, telah menciptakan teknologi terbaru bidang pertambangan mineral dan turunannya.

Teknologi terbaru yang diberi nama Seabad Mining Technology System, mampu melakukan kegiatan penambangan di bawah laut yang dalam proses aktivitasnya, efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, Tinves juga mendapatkan kepercayaan dari perusahaan China, Kanada dan Perancis, untuk mengelola investasi sebesar 75 Juta USD.

Tinves telah diberi kepercayaan oleh overseas corporation funder untuk menjalankan kegiatan di sektor tambang mineral di Indonesia.

Mulai dari dukungan investasi peralatan pendukung tambang.

Seperti smelter, mesin proses dan powerplan serta dukungan penyediaan bahan baku untuk memproses hasil tambang seperti chemicals, consumable dan kebutuhan lainnya. 

Ditemui di Jakarta International Expo Kemayoran Jumat kemarin, Vice President Tinves Bambang Sumoto, mengaku bersyukur disaat seperti telah mendapat kepercayaan dari perusahaan asing sebagai nakhoda untuk menjalankan kegiatan kerjasama investasi di sektor tambang. Khususnya mineral dan produk turunannya.

"Rencana strategis yang akan kami lakukan, adalah mengalokasikan investasi  untuk memenuhi kebutuhan perusahaan di bidang hasil tambang mineral dan produk turunannya, dengan menyediakan peralatan tambang serta material pendukung untuk proses akhir hasil tambang, seperti smelter, separator, extraction machinari dan bahan baku pendukung proses produksi," ujar pria yang tinggal di Tangerang ini.

Bambang Sumoto memaparkan, mengingat kedudukan perusahaan tersebut berada di Singapura sudah barang tentu akan mempertimbangkan regulasi yang ada di Singapura dalam kepengelolaan investasinya.

Sementara itu Tinves sedang dalam negosiasi dengan emiten dalam project Seabed Mining Technology system senilai 860 juta USD untuk kegiatan bisnis tambang di Thailand, China dan Papua Nugini (PNG). 

Seabad Mining Technology system merupakan kegiatan tambang bawah laut yang dalam proses

aktivitasnya akan ramah lingkungan. "Kami berharap partner kami bisa sepakat untuk menempatkan investasinya untuk seabad mining di Indonesia," katanya.

"Mengingat sistem ini merupakan teknologi terbaru di bidang pertambangan dan mendukung international environment program dalam pelaksanaannya serta memerlukan investasi yang cukup besar," lanjutnya.

Selain sektor tersebut Tinves juga akan berkontribusi dengan produsen tambang mineral di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan supply chain di perusahaan tambang di Indonesia. 

Net working Tinves akan sangat mendukung efesiensi biaya produksi perusahaan tambang di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan supply chain dan peralatan produksi.

Khususnya yang berasal dari impor, serta akan bekerja sama dengan produsen tambang mineral di Indonesia dan buyer di luar negeri untuk menerima hasil produk mineral dan turunannya dari Indonesia melalui networking Tinves di manca negara.

Serta memberikan kontribusi positif dan menambah devisa bagi Indonesia. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved