Ini Langkah Mulai Berinvestasi bagi Milenial
Milenial, kamu sudah mengerti perencanaan keuangan, tetapi bingung bagaimana cara memulai investasi?
Biasanya, investor milenial cenderung agresif karena belum ada tanggungan keluarga atau tanggungan kebutuhan mendesak lainnya sehingga return yang didapat akan lebih besar.
Kendati demikian, hal itu kembali lagi kepada dirimu.
Pasalnya tipe manapun dan instrumen apapun tidak semuanya bisa dibilang paling tepat untuk kamu.
Inilah gunanya mengtahui profil risiko dan tujuan keuangan kamu.
"Saya enggak bisa bilang mana yang paling tepat untuk semua orang. Jadi harus memahami profil risiko dan tahu tujuan keuangannya bagaimana. Setelah dia tahu tujuan, maka dia akan bisa menentukan mana yang tepat untuk dia," kata Prita H Ghozie beberapa waktu lalu.
2. Pilihlah yang handal
Pilihlah tempat atau wadah investasi yang telah berizin dan mendapat lisensi peredarannya, seperti izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti).
Perhatikan juga manager investasi yang kamu pilih.
Pastikan manajer investasi itu telah memiliki pengalaman dan handal dalam dunia investasi.
3. Aset beragam
Setelah mengetahui profil risiko kamu, langkah selanjutnya adalah menaruh portofolio investasi di beragam aset.
Bukan hanya saham, tetapi taruhlah di instrumen investasi lainnya.
Seperti obligasi, reksadana, logam mulia, dan sebagainya.
Mengapa harus beragam?
Karena kalau kamu menaruh semua dana di satu instrumen investasi saja, mana kala instrumen tersebut jeblok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/cara-melakukan-investasi_99k.jpg)