Peluang Usaha
Ingin Bisnis Sewa Tempat Hunian? Bisa Dilihat Penawaran dari Start Up Ini
Tawaran memanfaatkan aset non produktif menjadi berdaya guna lewat polesan dan kelolaan dari Kamar Keluarga.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Yang dibutuhkan kaum urban di kota besar adalah hunian.
Jangan heran, saat kaum pendatang datang ke sebuah kota seperti Jakarta, pasti yang menjadi pencarian pertama adalah tempat tinggal.
Tak heran bisnis sewa tempat hunian dan sejenisnya tumbuh subur di kota besar.
Melihat fenomena ini, PT Hoppor International menyediakan layanan sewa hunian lewat aplikasi bernama Kamar Keluarga yang ada di www.kamarkeluarga.co.id.
Yang membuat start up atau perusahaan rintisan ini berbeda dengan usaha rintisan sejenis adalah adanya tawaran memanfaatkan aset non produktif menjadi berdaya guna lewat polesan dan kelolaan dari Kamar Keluarga.
Menurut Charles Kwok, Chief Executive Officer Kamar Keluaga, ada lima pilar bisnis yang ditawarkan usaha rintisan ini kepada para pemilik aset properti.
• Berikut Persiapan yang Harus Dilakukan Jika Ingin Investasi Berlian
Pertama, Kamar Keluarga Asset BOT (build operate transfer).
Perusahaan ini siap membantu pemilik tanah membangun properti.
Nanti, ada sistem bagi hasil.
Kedua, Kamar Keluarga (KK) Asset.
Start up ini akan membantu investor mengelola aset properti yang tidak produktif, seperti rumah warisan, rumah tua, atau lahan yang akan direnovasi menjadi hunian kos-kosan.
Sistem kerjasama berdasarkan bagi hasil dengan melihat porsi renovasi.
"Porsi 55:45 untuk jangka waktu 10 tahun, ada juga 70:30 untuk waktu 25 tahun," kata Charles seperti dikutip Kontan.
Ketiga, Kamar Keluarga Operator.
Start up ini akan menyediakan layanan komuniti ke penghuni, misalnya ada workshop dan seminar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mencari-properti_981mh.jpg)