Berikut 5 Pemilik Rumah yang Senasib dengan Lies
Lies Tidak Sendiri, Ini 5 Kisah Pemilik Rumah yang Tolak Digusur dan Nasib Rumah Itu Kini. Dan itu tidak hanya terjadi di Jakarta.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Lies, pemilik rumah yang berada di area kompleks Apartemen Thamrin Executive Residence, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menolak untuk pindah dari tempat tinggalnya itu.
Akibatnya rumah tersebut hingga kini masih bertahan dan menjadi satu-satunya rumah tapak di antara sejumlah tower apartemen yang megah.
Peristiwa warga menolak pindah dari tempat tinggal mereka saat berhadapan dengan adanya proyek pembangunan sudah umum terjadi.
• Tanggapan Perbankan Mengenai Pelonggaran Uang Muka KPR dan KKB Berwawasan Lingkungan
Tidak hanya di Jakarta, di kota-kota lain di dunia pun hal itu pernah terjadi.
Berikut ini, Kompas.com merangkum beberapa kisah dan nasib pemilik rumah yang menolak digusur di sejumlah negara.
1. Rumah Paku di Beijing, China
Sebuah bangunan berdiri di tengah jalan raya bebas hambatan di Beijing, China.
Bangunan itu disebut dingzihu atau rumah paku.
Vice.com seperti dilansir Kompas.com melaporkan, pemilik rumah tersebut menolak untuk digusur.
Rumah tersebut disebut rumah paku karena sangat sulit dicungkil, seolah sudah terpaku pada tanah.
Ada dua alasan pemilik rumah menolak untuk digusur.
Pertama, karena kompensasi yang tidak setimpal.
Kedua, pemilik yakin biaya ganti rugi lebih besar bisa didapatkan dengan melangsungkan protes.
2. Rumah Edith di Seattle, AS
Rumah Edith Macefield di Seattle, Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai rumah yang menginspirasi sutradara film animasi Up.
Rumah tersebut telah berusia ratusan tahun dan kini dikelilingi oleh menara beton di sisi kanan, kiri, dan belakangnya.
Edith awalnya diberi kompensasi sebesar 1 juta dollar AS untuk menjual rumahnya pada tahun 2006.
Namun, ia menolak karena tidak ingin rumahnya menjadi kawasan komersial. Hingga ia meninggal dunia tahun 2008, rumah tersebut masih berdiri di antara bangunan beton di sekelilingnya.
3. Rumah Mary Cook di New York, AS
Seorang pemilik rumah bernama Mary Cook menolak untuk menjual rumahnya di New York, AS.
Sebelumnya, Mary dan para tetangganya dijanjikan biaya ganti rugi cukup besar.
Namun, sampai semua tetangganya pindah, ia bersikeras untuk bertahan.
Kini rumah kecilnya dihimpit oleh dua bangunan besar.
Pemandangan dari depan membuat rumah yang terhimpit tersebut terlihat seperti rumah pada cerita dongeng.
Rumah tersebut awalnya terdiri atas enam rangkaian bangunan yang menjadi satu deretan rumah terkoneksi.
Namun, sang pemilik, Albert Zikovitz menolak rumahnya dijadikan gedung tinggi.
4. Rumah terpotong setengah di Toronto, Kanada
Sebuah rumah bergaya victoria terpotong sebagian di Toronto, Kanada.
Rumah itu miliki Albert Zikovitz. Rumah tersebut awalnya terdiri atas enam rangkaian bangunan yang menjadi satu deretan rumah terkoneksi.
Tahun 1957, perusahaan pembangunan real estate membeli deretan rumah tersebut untuk dijadikan lahan pembangunan gedung.
Namun, Albert menolak.
Deretan rumah itu kini masih tersisa sebagian.
5. Rumah Vera Coking di Atlantic City, AS
Vera Coking telah dua kali menolak tawaran penggusuran rumahnya di Atlantic City, New Jersey, AS.
Penolakan pertama terjadi saat almarhum fotografer Bob Guccione ingin membangun kasino di atas lahan rumahnya.
Kemudian, Presiden AS Donald Trump kembali menawarkan untuk membeli rumah Vera.
hewashingtonpost.com seperti dikutip Kompas.com, Trump ingin jadikan tanah rumah tersebut sebagai tempat parkir limusin untuk kasinonya yang terletak tepat di sebelah rumah itu.
Namun, Vera menolak karena rumah yang ia tempati itu dianggap sebagai rumah impiannya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Lies Tidak Sendiri, Ini 5 Kisah Pemilik Rumah yang Tolak Digusur dan Nasib Rumah Itu Kini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rumah12109.jpg)