Rusuh Papua
UPDATE Penetapan DPO Veronica Koman Berlebihan, Ini Kata Usman Hamid
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai polisi berlebihan dengan memasukkan Veronica Koman ke dalam Daftar Pencarian Or
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai polisi berlebihan dengan memasukkan Veronica Koman ke dalam Daftar Pencarian Orang.
Padahal Veronica diketahui keberadaannya di Australia.
Usman Hamid sepertti dilaporkan Kompas TV menyebutkan Veronica juga menerima beasiswa dari Pemerintah Indonesia dan jelas keberadaannya sedang menjalani pendidikan di Australia.
Menurut Usman seharusnya ada langkah lain yang bisa dilakukan.
• Mbak Tutut Beber Putranya Lamar Gadis Makassar, Sosok Calon Menantu Keluarga Cendana Terungkap
• TERUNGKAP Krisdayanti Borong Furniture Diskon Rp150 Juta, Ini Pesannya: Harus Sabar Tunggu Diskon
• Perankan Tokoh Jagoan Sri Asih, Pevita Pearce Latihan Gerakan Laga dari Tim Iko Uwais
Misalnya dengan membuat mutual legal assistant antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia untuk memulangkan Veronica ke Indonesia.
"Veronica bukan penjahat, bukan kriminal, ia adalah seorang pengacara, pernah bekerja lama di lembaga bantuan hukum," ujar Usman Hamid.
Selain itu Veronica yang disebut sebagai dalang rusuh Papua itu juga orang yang menerima beasiswa resmi dari pemerintah Indonesia.
• Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Minggu 22 September 2019
"Dengan kata lain Veronica itu jelas keberadaannya, sumber dananya jelas. Dan itu bisa dibicarakan secara diplomatik," katanya. (Kompas TV)
Tangkap Veronica Koman
Sebelumnya Wartakotalive melaporkan, Polda Jawa Timur menyiapkan permintaan surat red notice terhadap penangkapan pengacara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Veronica Koman.
Permintaan surat red notice tersebut bersamaan dengan dimasukkannya Veronica Koman dalam Daftar Pencarian Polisi (DPO).
"Kami sudah mengeluarkan DPO dan surat untuk permintaan red notice," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan di Polda Jatim, Jumat (20/9/2019).
• Ramalan Zodiak Kesehatan Minggu 22 September 2019 Gemini Lelah, Virgo Khawatir, Pisces Banyak Makan
Permohonan surat red notice ke Interpol tersebut guna memburu Veronica Koman.
Luki mengatakan, pihak hubinter melalui Interpol sudah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI tentang komunikasi Veronica Koman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/update-penetapan-dpo-veronica-koman-berlebihan221.jpg)