Jumat, 1 Mei 2026

Fintech

Melihat Perkembangan Industri Fintech di Indonesia Fintech Summit & Expo 2019

OJK bersama Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) akan menyelenggarakan Indonesia Fintech Summit & Expo 2019.

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) akan menyelenggarakan Indonesia Fintech Summit & Expo 2019.

Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 digelar di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, pada 23 dan 24 September 2019.

Acara ini juga didukung Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).

Mengambil tema “Innovation for Inclusion”, acara ini menjadi upaya regulator dan pemain fintech untuk mendorong perkembangan industri fintech di Indonesia, di mana kehadirannya berperan dalam meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.

Ternyata Pemilik Amazon Juga Investor Ulung, Bagaimana Cara Jeff Bezos Berinvestasi?

Triyono Gani, Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK, mengatakan, OJK sejak awal telah memberikan dukungan terhadap pertumbuhan industri fintech dan inovasi keuangan digital melalui pengawasan dan pembinaan.

Antara lain dengan mengeluarkan beberapa peraturan terkait fintech yang mengutamakan perlindungan konsumen tanpa menghalangi inovasi.

“OJK selama ini selalu mendukung inovasi keuangan digital sejalan upaya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Kami juga secara konsisten memastikan bahwa produk dan layanan keuangan berbasis teknologi yang ditawarkan tidak melanggar peraturan dan selalu mengedepankan perlindungan konsumen,” kata Triyono baru-baru ini.

Sampai Agustus 2019, sebanyak 48 perusahaan fintech telah masuk ke dalam 15 kluster inovasi keuangan digital.

Sementara 127 fintech peer to peer (P2P) Lending telah mengantongi tanda terdaftar dari OJK.

Dari jumlah itu, tujuh pemain telah mengantongi izin permanen.

Berikut 3 Hal Penting dari Alibaba untuk Pelaku Bisnis Indonesia

Pungky Purnomo, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, menilai Fintech Expo bisa menjadi sebuah ajang untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat luas terkait perkembangan industri fintech, khususnya di sektor sistem pembayaran digital dengan berbagai variasi produk dan layanannya.

BI mengambil kesempatan ini untuk mensosialisasikan QR Code Indonesia Standard (QRIS) yang sudah diluncurkan secara resmi di bulan Agustus yang lalu.

Niki Luhur, Ketua Umum AFTECH, mengatakan, penyelenggaraan Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 akan menjadi pameran terbesar di Indonesia tahun ini.

Menghadirkan lebih dari 100 perusahaan fintech yang dalam beberapa tahun terakhir sudah menyajikan berbagai inovasi produk dan jasa keuangan berbasis teknologi kepada masyarakat luas di Indonesia.

Khususnya untuk segmen unbanked dan underserved yang selama ini belum terjangkau oleh sektor keuangan konvensional.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved