Tips Atasi Kebakaran
SIMAK Jangan Panik Saat Terjadi Kebakaran, Begini Cara Memadamkan Api Secara Darurat
SIMAK, Jangan Panik Saat Terjadi Kebakaran, Begini Cara Memadamkan Api Secara Darurat. Selain alat pemadam kebakaran ringan, bisa gunakan kain basah
Penulis: Rangga Baskoro |
Masyarakat pada umumnya selalu panik tatkala kebakaran terjadi di dalam kediaman mereka.
Padahal terdapat banyak cara guna memadamkan api sebelum merambat hingga membesar.
Salah satunya menggunakan kain basah saat terjadi kebocoran tabung gas dalam apabila tidak memiliki alat pemadam api ringan (Apar).
Instruktur Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Pusdiklat Ciracas, Rukiman mengatakan ada teknik yang benar dalam penggunaan kain basah.
• FOTO-FOTO Kebakaran Lapak Daur Ulang Plastik Dekat Bandara Soetta, Penerbangan Dipastikan Normal
Caranya yakni posisi jari tangan saat menggenggam kain harus berada di bagian belakang, bukan sejajar dengan kain atau berada di depan kain basah yang digunakan.
"Jempol awalnya di depan, tapi diputar supaya tangannya tertutup. Jadi pada saat melakukan pemadaman agar anggota tubuh kita tidak terkena api," kata Rukiman di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019).
Hal ini disampaikan saat kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada warga RW 03 Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Pasalnya penggunaan kain basah tidak boleh dilempar ke sumber api, melainkan harus ditutup atau dibalutkan langsung ke sumber api.
• UPDATE Kebakaran Lapak Daur Plastik Ulang, Petugas Pemadam Prediksi Padam Esok Pagi
Rukiman juga menuturkan perlunya memperhatikan arah angin agar tubuh tak terkena kobaran api saat mendekati sumber api.
"Harus dilihat arah anginnya, tapi situasional juga. Kalau di dalam ruangan kan arah angin kan enggak ada, jadi lebih efektif kalau menggunakan apar," ujarnya.
Kepada puluhan warga yang didominasi kader Dasawisma, Rukiman juga mengimbau cara penempatan tabung dan kompor gas yang mempengaruhi musibah kebakaran.
Antara tabung dan kompor gas tidak boleh berdekatan karena ketika regulator atau tabung mengalami kebocoran api tak cepat berkobar.
"Menempatkan kompor dan tabung gas itu seyogyanya terpisah. Selama ini yang kita lihat kompor di atas, tabung gas di bawah. Sebaiknya di desain agak jauh. Kalau memungkinkan buat ventilasi di dapur," tuturnya.
Penggunaan kain basah berlaku baik sebelum atau sesudah api berkobar, namun bila yang terbakar kompor maka selang regulator harus lebih dulu dicabut.
Usai selang regulator dicabut, tabung gas dijauhkan dari kompor yang sudah terbakar lalu diakhiri dengan menutup kompor menggunakan kain basah.
"Terjadinya ledakan gas itu akibat adanya kebocoran yang terakumulasi dalam satu ruangan kemudian terpantik sumber api. Entah itu karena listrik, api, itu akan memicu bunga api," lanjut Rukiman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sosialisasi-kebakaran.jpg)