Anies Baswedan Kukuhkan Kepengurusan Kadin DKI Jakarta Periode 2019 -2024
Program kerja Kadin DKI Jakarta lima tahun ke depan akan berupaya untuk mengangkat atau meningkatkan peran industri kecil semaksimal mungkin
Penulis: | Editor: MNur Ichsan Arief
WARTA KOTA, PALMERAH ------- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengukuhkan Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi beserta Kepengurusan Kadin masa Bakti 2019-2024 di Balairung, Balaikota Jakarta, Kamis (19/9/2019).
Pada Sambutannnya Anies menyampaikan. agar kemitraan antara Pemprov DKI dengan Kadin DKI akan terus kembangkan di masa yang akan datang dan berharap pada kepengurusan yang baru nantinya bisa duduk bersama dengan seluruh jajaran bukan saja dengan gubernurnya justru yang lebih penting adalah dengan seluruh jajaran
"Kami berharap di sini menomorsatukan Kepentingan perekonomian rakyat banyak artinya pelaku-pelaku ekonomi yang ada di Indonesia di Jakarta menitipkan kepercayaan kepada Bapak Ibu sekalian jaga ini dengan sebaik-baiknya", kata Anies.
Kadin DKI Jakarta menyatakan siap berkolaborasi dengan Provinsi DKI Jakarta untuk wujudkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) / Industri Kecil dan Menengah (IKM) Ibukota yang kompetitif melalui sinkronisasi program kerja Kadin DKI Jakarta dengan visi dan misi Gubernur DKI Jakarta.
Mengingat di DKI Jakarta sebagian besar (sekitar 88%) pelaku usaha adalah UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) atau IKM, sehingga Kadin DKI Jakarta lebih banyak mendorong pengusaha kelas ini agar mendapatkan perhatian yang lebih serius dari Pemprov DKI Jakarta.
Diana Dewi menambahkan bahwa program kerja Kadin DKI Jakarta lima tahun ke depan akan berupaya untuk mengangkat dan meningkatkan peran industri kecil semaksimal mungkin melalui langkah-langkah penetrasi pasar produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM)/UMKM, baik di pasar dalam negeri maupun di pasar internasional.
“Kadin DKI Jakarta akan terus berupaya agar IKM kelasnya meningkat, tidak hanya menjadi jago kandang atau bermain di pasar dalam negeri. Namun mereka kita dorong agar mampu bersaing produknya di pasar luar negeri atau ekspor”, ujar Diana Dewi dalam keterangan pers yang diterima wartakotalive.com.
Program tersebut dapat terwujud, lanjut dia, bila didukung dengan infrastruktur listrik, jalan, pelabuhan serta teknologi informasi dan komunikasi yang memadai, termasuk kemudahan mendapatkan izin usaha maupun kelancaran proses pengurusan dokumen ekspor dan impor melalui Ditjen Bea dan Cukai
Selanjutnya, Diana menambahkan, bahwa Kadin DKI Jakarta akan memperjuangkan kemerdekaan dan kemudahan pelaku usaha, terutama dari kalangan UMKM/IKM, untuk mendapatkan lokasi/tempat usaha yang representatif bagi IKM/UMKM maupun industri kreatif di ibu kota yang terus berkembang.
Pada era perekonomian digital saat ini, kata Diana, Kadin DKI Jakarta akan mendorong pertumbuhan usaha yang berbasis teknologi digital. “Maka website Kadin DKI Jakarta akan dijadikan showcase bagi produk perusahaan anggota dan sekaligus menjadi pusat informasi lelang, baik yang diselenggarakan oleh swasta, BUMD, BUMN maupun Pemprov DKI Jakarta”, tuturnya.
Diana juga menyatakan bahwa untuk mengantisipasi persaingan bebas secara global, yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2025, maka Kadin DKI Jakarta yang saat ini telah memiliki Badan Sertifikasi Kadin DKI Jakarta (BSK) untuk memberikan sertifikasi kompetensi usaha, kini juga diperjuangkan untuk memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bekerjasama dengan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
LSP Kadin DKI Jakarta tersebut dibangun untuk menghasilkan tenaga kerja kompeten sesuai bidangnya masing-masing, sehingga bila pasar bebas nanti diberlakukan tenaga kerja dari DKI Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya sudah siap berkompetisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kadin-dki-baru.jpg)