Kabar Artis

Pernah Rasakan Sesaknya Bernapas Gara-gara Kabut Asap, Candil Minta Pembakar Hutan Sadar

MUSISI rock Dian Dipa Chandra atau yang kondang dengan sapaan Candil berkomentar soal maraknya kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia.

Pernah Rasakan Sesaknya Bernapas Gara-gara Kabut Asap, Candil Minta Pembakar Hutan Sadar
Wartakotalive.com/Feryanto Hadi
MUSISI rock Dian Dipa Chandra atau yang kondang dengan sapaan Candil saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019). 

"Campaign-nya sekarang lebih ke kesadaran aja sih. Masyarakat kita kan sebagian masih egois. Contohnya saja soal sampah. Kepeduliannya kurang, beda dengan orang luar (negeri)."

MUSISI rock Dian Dipa Chandra atau yang kondang dengan sapaan Candil berkomentar soal maraknya kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia.

Ia mengaku turut prihatin dengan peristiwa itu, terlebih pembakaran sengaja dilakukan oleh orang yang tidak bertangggung jawab.

Menurutnya, masyarakat jangan hanya menyalahkan pemerintah atas terjadinya hal ini. Namun, bagaimana seluruh masyarakat punya kesadaran untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Lukisannya Ngga Punya Aliran tapi Diburu Kolektor, Begini Kata Tony Q Rastafara

Ngga Gampang jadi Banci, Onadio Leonardo: Setelah Dijalanin, Gua Ngerasa Keren Aja

"Soal asap itu sebenernya ngga bisa nyalahin pemerintah aja. Ya kita masing-masing juga harus saling jaga," ujar Dian Dipa Chandra alias Candil saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Candil sendiri pernah merasakan terjebak dalam kabut asap dalam kunjungannya ke Pekanbaru, Riau, beberapa tahun silam.

Menurutnya, berada dalam kepungan kabut asap membuatnya tidak nyaman dan sulit untuk bernafas.

"Dulu pernah di Riau (merasakan kabut asap) tapi waktu itu belum yang kayak bencana gede gini. Itu aja gue udah ngga bisa bernapas dengan nyaman," ungkapnya.

Tingkat kepedulian yang rendah

Candil justru menyoroti soal masih rendahnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

"Campaign-nya sekarang lebih ke kesadaran aja sih. Masyarakat kita kan sebagian masih egois. Contohnya saja soal sampah. Kepeduliannya kurang, beda dengan orang luar (negeri)," sebut Candil.

Candil pun meminta para pelaku pembakar hutan untuk mengerti akan risiko yang dilakukannya, yang merugikan banyak pihak. Bahkan, membahayakan orang lain.

"Orang-orang yang sengaja menyebabkan kebakaran harus berpikir. Kalau gue lakukan ini yang rugi negara kita juga. Yang rugi keluarga kita juga," tandasnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved