Minggu, 10 Mei 2026

TOD dan Transportasi Massal Diharapkan Jadi Solusi Kemacetan Jabodetabek

Pengembangan kota baru Podomoro Golf View merupakan salah satu cara pihaknya dalam mendukung pemerintah mengatasi kemacetan.

Tayang:
Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
istimewa
Direktur Agung Podomoro Land, Paul Christian (kedua kanan) didampingi COO PGV, Gunawan Sandjojo (kanan), menjelaskan maket pengembangan kawasan Podomoro Golf View kepada Kepala BPTJ Bambang Prihartono (tengah), Bupati Bogor Ade Yasin (kedua kiri), dan Dirut PPD Pande Putu Yasa (kiri), di Marketing Gallery Podomoro Golf View, Selasa (17/9/2019). 

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat total jumlah perjalanan orang di Jabodetabek pada tahun 2018 mencapai 88 juta pergerakan per hari.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan bahwa ada minimal 53 titik pembangunan TOD (transit oriented development) di Jabodetabek yang akan mengubah pergerakan orang. Namun hingga kini, baru sekitar 10 titik yang sudah berjalan efektif.

“Tugas BPTJ cukup berat, karena itu tidak bisa kerja sendirian. Kami tidak hanya mengurus pergerakan orang tapi juga angkutan barang. Tugas BPTJ adalah bagaimana sinergikan angkutan dengan pengembang. Selama ini mereka autis, jalan sendiri-sendiri,” ungkapnya dalam diskusi Peran TOD sebagai Solusi Transportasi Masyarakat, Khususnya Jakarta Depok Bogor, di Podomoro Golf View (PGV), Selasa (17/9/2019).

Menurut Bambang Prihartono, indikator kinerja utama BPTJ adalah mengupayakan pergerakan orang dengan angkutan umum mencapai 60 persen dari total pergerakan orang. Karena itu, kota-kota penyangga dapat berperan melalui dukungan untuk mengakomodir pergerakan masyarakat.  

“Pergerakan masyarakat dapat diminimalisir dengan pengembangan kawasan yang berorientasi transit pada masing-masing kota penyangga,” tandasnya. 

Dalam melaksanakan tugasnya, lanjut Bambang, BPTJ mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018, tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

Sasaran yang diharapkan tercapai dari implementasi RITJ secara substansial adalah terciptanya sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi di seluruh Jabodetabek, berbasis angkutan umum massal. Hal tersebut untuk mengurangi kecenderungan penggunaan kendaraan pribadi, yang menyebabkan kemacetan.

Salah satu moda angkutan umum itu adalah adanya LRT dari Jakarta – Bogor dan sebaliknya.LRT Jabodebek tahap satu direncanakan akan melintasi total 17 stasiun. Seluruh stasiun itu kini dalam tahap pembangunan dan diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2021.

TOD Gunung Putri

Kawasan Podomoro Golf View sendiri telah diresmikan pemerintah sebagai Kawasan TOD pada 21 April 2018 lalu. “Diharapkan hadirnya TOD Gunung Putri di PGV ini dapat membantu masyarakat  sekitar dalam mobilisasi dengan moda yang aman, murah dan mudah dengan mobilisasi tinggi,”  kata Bambang Prihartono.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, selain TOD Gunung Putri, di Kabupaten Bogor ada tiga titik TOD lainnya yaitu TOD Sentul, TOD Cibanon, dan TOD Susukan. Keempat titik TOD itu diharapkan dapat mengatasi tingginya tingkat kemacetan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Di wilayah Kabupaten Bogor itu ada 81 titik macet, 7 diantaranya berkategori akut, salah satunya di jalur Puncak,” ujarnya.

Direktur Agung Podomoro Land Paul Christian menjelaskan, pengembangan kota baru Podomoro Golf View merupakan salah satu cara pihaknya dalam mendukung pemerintah mengatasi kemacetan.

Di kawasan hunian terpadu yang dibangun itu, terdapat stasiun LRT, park and ride serta feeder untuk kendaraan umum.

“Kami siapkan area park and ride, daya tampungnya sekitar 600 unit kendaraan. Kami yakin, makin cepat LRT dioperasikan, makin cepat perpindahan orang dari kendaraan pribadi. Ini hanya soal waktu,” ujarnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved