Pelayanan Publik

Anies Baswedan Kembali Memotong Kabel Udara yang Membuat Apjatel Melapor ke Ombudsman

Usai melontarkan somasi, Apjatel melaporkan aksi pemotongan kabel kepada Ombudsman Republik Indonesia.

Anies Baswedan Kembali Memotong Kabel Udara yang Membuat Apjatel Melapor ke Ombudsman
Warta Kota/Adhy Kelana
Ilustrasi. Sejumlah petugas sambil bertumpang tindih tengah memasang kabel telepon di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan. 

Perang dingin antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) terus bergulir.

Usai melontarkan somasi, kali ini, Apjatel melaporkan aksi pemotongan kabel kepada Ombudsman Republik Indonesia.

Pelaporan tersebut dilakukan lantaran somasi yang sebelumnya dilayangkan Apjatel kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta khususnya Dinas Bina Marga DKI Jakarta justru berujung pada pemotongan kabel di Jalan Prof Dr Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat (13/9/2019) lalu.

"Aduan resmi ke Ombudsman sudah disampaikan pada Jumat (13/9/2019) lalu karena tidak adanya respon dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta," ungkap Muhammad Arif Angga, Ketua Apjatel pada Senin (16/9/2019).

Lurah Krukut Siap Turun Tangan untuk Membantu Perawatan Pria Lansia yang Hidup Sebatang Kara

Aksi pemotongan kabel jaringan telekomunikasi tanpa koordinasi itu katanya justru berbanding terbalik dengan semangat smart city yang digalakkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Sebab, pemotongan kabel secara langsung melumpuhkan jaringan internet sejumlah kawasan, baik instansi pemerintahan maupun swasta. Bahkan, dampak pemotongan kabel serat optik turut dialami oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

"Dengan tidak mengatur dengan jelas infrastruktur telekomunikasi khususnya fiberoptic, ini sebuah kemunduran dan kontradiktif dengan semangat smart city," ungkapnya.

Arief meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melupakan sejarah kemajuan kotanya. Dia menyebut, DKI Jakarta bisa berkembang pesat berkat, salah satunya lewat sokongan teknologi.

Kabel serat optik yang beberapa tahun terpasang di DKI Jakarta mendukung warga DKI Jakarta berkreasi dan berinovasi serta mengembangkan bisnisnya.

"Jakarta jadi kota berkembang dgn masyarakat bisa menikmati kemudahan dalam hal digital karena didukung oleh backbone fiberoptic yang ada," ucap dia.

RSUD Kebayoran Baru Luncurkan Layanan Kesehatan Digital untuk Mempermudah Pelayanan terhadap Warga

Arief menambahkan, tanpa adanya jaringan kabel serat optik, DKI Jakarta hanya jadi instalasi gedung beton bertingkat. Sebaliknya, kabel serat optik telah menjadi tulang punggung Smart City DKI.

"Fiber optic merupakan bagian terintegrasi dari jaringan telekomunikasi keseluruhan dalam mendukung smart city. Apalagi ke depan kita ditunggu oleh teknologi 5G yang membutuhkan lebih banyak fiber optic untuk menjamin kualitas layanan sesuai standar seluler generasi kelima tersebut," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong kabel udara di di Jalan Prof. Dr. Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong kabel udara di di Jalan Prof. Dr. Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved