Ojek Online

Ojol Bikin Semrawut Kawasan Stasiun, Dinas Perhubungan Tak Punya Kewenangan Menindak

Dinas Perhubungan Jakarta Selatan hanya dapat melakukan pengusiran terhadap pangkalan ojek online liar yang berada di kawasan Stasiun KA.

Ojol Bikin Semrawut Kawasan Stasiun, Dinas Perhubungan Tak Punya Kewenangan Menindak
Warta Kota/Dwi Rizki
Suasana depan Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu (14/9/2019). 

Pangkalan pengemudi ojek online (ojol) liar memicu semrawutnya kawasan Stasiun Kereta Api (KA), seperti yang terlihat di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

Keberadaan pangkalan ojek online kian meresahkan hingga menyebabkan kemacetan, khususnya pada jam padat pagi dan sore hari.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Christianto mengatakan, pihaknya tidak dapat melakukan tindakan penertiban. 

Tidak adanya kewenangan penindakan diungkapkannya merujuk kewenangan yang dimiliki.

Bikin Semrawut Kawasan Stasiun, PT KAI Berharap Operator Ojol Ikut Turun Tangan

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan hanya dapat melakukan pengusiran terhadap pangkalan ojek online liar yang berada di kawasan Stasiun KA.

"Gebah bisa, tapi tidak bisa menindak," ungkapnya singkat dihubungi pada Minggu (15/9/2019).

Merujuk Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, khususnya Pasal 3 Huruf i menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menggunakan bahu jalan (trotoar) tidak sesuai dengan fungsinya.

Sesuai dengan Pasal 61 tentang Ketentuan Pidana menegaskan setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan Pasal 3 huruf i dikenakan ancaman pidana kurungan paling singkat sepuluh hari dan paling lama 60 hari atau denda paling sedikit Rp 100.000 dan paling banyak Rp 20 juta.

Pengemudi Ojek Online Gunakan Motor Gede Seharga Rp1,2 Miliar

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Lilik Sumardi menyebutkan, pihaknya akan menindak setiap pelanggar, baik angkutan umum hingga pengedara bermotor, termasuk pengemudi ojek online yang berhenti sembarangan di jalan.

"Sesuai ketentuan kita beri tindakan, berupa teguran sampai penilangan bagi pelanggar," ungkapnya dihubungi pada Minggu (15/9/2019).

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved