Selasa, 14 April 2026

Gawai

Imbas Perang Dagang AS VS China, Fitur Layanan Google Dikabarkan Absen di Ponsel Lipat Huawei Mate X

PONSEL layar lipat Huawei Mate X dikabarkan akan diluncurkan tanpa adanya sejumlah fitur pelayanan dari Google seperti Gmail dan Google Play Store.

Editor: Fred Mahatma TIS
Kompas.com/Yudha Pratomo
Tampilan ponsel layar lipat Huawei Mate X 

Android yang dibawa Huawei Mate X akan polos tanpa aplikasi pelengkap seperti Gmail, Google Play Store hingga Google Maps yang notabene telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem Android.

PONSEL layar lipat Huawei Mate X dikabarkan akan diluncurkan tanpa adanya sejumlah fitur pelayanan Google seperti Gmail dan Google Play Store.

Konon, hal tersebut disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang antara lain berujung pada pemboikotan Huawei lewat daftar bernama 'entity list'.

Seiring pemboikotan itu, Huawei tidak diperkenankan membeli komponen dalam bentuk hardware maupun software dari perusahaan asal AS tanpa seizin pemerintah AS.

Bocoran Terbaru, Begini Penampakan Ponsel Flagship Huawei Mate 30 Pro Bermodul Bundar Empat Kamera

Di Tengah Pertarungan Samsung Vs Huawei, LG Patenkan Ponsel Lipat Besutannya, Ini Desainnya

Menurut laporan dari Nikkei Asian Review, Huawei Mate X sebenarnya masih tetap akan menggunakan sistem operasi Android.

Namun, ponsel ini tidak akan membawa layanan utama milik Google.

Artinya, Android yang dibawa Huawei Mate X akan polos tanpa aplikasi pelengkap seperti Gmail, Google Play Store hingga Google Maps yang notabene telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem Android.

Huawei Mate 30 ikut terimbas?

Seperti dikutip Wartakotalive.com dari KompasTekno, Senin (9/9/2019), tak hanya lini Mate X yang akan terkena imbas dari kebijakan AS tersebut.

Seri Huawei Mate 30 yang akan dirilis dalam waktu dekat juga dikabarkan akan mengalami hal serupa.

Analis meramalkan bahwa absennya layanan Google pada perangkat Huawei ini akan mempengaruhi jumlah pengapalan ponsel Huawei secara keseluruhan.

Pengapalan ponsel Huawei ke pasar global juga diprediksi berpotensi turun hingga 30 persen pada tahun 2019 ini.

Sementara untuk pasar China, penjualan Huawei diprediksi akan tetap tumbuh, karena sejak awal memang tidak mengandalkan layanan dari Google.

Apalagi, Huawei saat ini tengah mendapat dukungan dan perhatian besar dari masyarakat China karena sentimen nasionalisme menyusul perang dagang dengan AS.

Huawei dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah penyedia aplikasi yang bisa menjadi alternatif pengganti layanan dari Google.

Seperti misalnya ProtonMail yang ditimbang sebagai pengganti dari Gmail.

Bukan produk andalan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved