Pameran Umrah dan Haji Terbesar Indonesia Bakal Digelar di Kota Kasablanca
Pameran Umrah dan Haji Terbesar Indonesia Bakal Digelar di Kota Kasablanca
Indonesia disebut sebagai negara dengan kunjungan haji dan umrah terbesar di dunia. Indonesia pun dinilai memiliki prospek bisnis wisata halal yang menjanjikan.
Direktur PT Intan Kencana Travelindo, Isnaeni Iskandar, menyebut, tren wisata halal telah menjadi gaya hidup milenial Indonesia saat ini. Kondisi ini yang akhrinya mendorong PT Intan Kencana Travelindo menggelar pameran bertajuk Umrah Service Event (USE) 2019 di Kota Kasablanka Mall, Setiabudi, Jakarta Selatan. Pameran ini akan digelar pada 12-13 September 2019.
• SBY Minta Rakyat Indonesia Dukung Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin: Kita Harus Bersabar
• PSSI Sediakan 66.433 Lembar Tiket Laga Timnas Indonesia Vs Thailand, yang Terjual Baru 7.000 Lembar
• Keberadaan Taman Pinggir Jalan Mengalami Kerusakan Berat sebagai Dampak Proyek Galian Fiber Optik
Lewat pameran tersebut, lanjut Isnaeni mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta serta Kadin DKI Jakarta menghadirkan sebanyak 56 peserta yang berasal dari perusahaan lokal dan mancanegara.
Sehingga masyarakat dapat mengetahui ratusan paket perjalanan haji dan umrah yang ditawarkan, mulai dari trip perjalanan, kuliner, penginapan hingga tempat wisata indah yang akan disinggahi dalam perjalanan religi.
“Berdasarkan data dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi Arabia, Indonesia merupakan negara pengirim jamaah haji terbanyak di dunia. Sementara, untuk jamaah umrah, Indonesia menempati urutan kedua setelah negara Pakistan. Karena itu Indonesia menjadi pasar yang sangat menjanjikan,” ungkap Isnaeni ditemui di Kota Kasablanca Mall pada Senin (9/9/2019).
• Djarum Sudah Mencetak Atlet Dunia Sejak 50 Tahun, Ini 5 Legenda Bulutangkis Dilahirkan Djarum
• Sebagian Pencari Suaka Kembali ke Penampungan Setelah Uang Kompensasi yang Mereka Terima Habis
• RSUD Kabupaten Bekasi Canangkan Zona Integritas
Besarnya potensi bisnis dalam wisata halal tersebut diperkirakannya mencapai 10 juta dolar AS. Nilai investasi tersebut katanya terus meningkat setiap tahun, terlebih dengan adanya gaya hidup kaum milenial yang lebih memilih haji dan umrah dalam agenda liburannya.
“Tahun lalu nilainya (investasi wisata halal) sampai 1 juta dolar AS lebih. Ini karena ada perubahan gaya hidup kalangan milenial di atas 20 tahun yang lebih memilih umrah untuk liburan, jumlahnya bahkan sampai 70 persen tahun lalu,” ungkap Isnaeni.
Lebih lanjut dipaparkannya, pameran haji dan umrah tersebut telah sukses diselenggarakan di berbagai negara seperti Rusia, Turki, Pakistan, Aljazair, dan Malaysia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pameran-umrah.jpg)