Berita Video

VIDEO: Diminta Keluar Dari Jalur Busway, Pesepeda Ini Malah Ngamuk

Adu mulut pun terjadi, sang bapak terlihat marah dan mengancam dengan memotret kedua petugas Sudin Perhubungan Jakarta Selatan yang bertugas.

VIDEO: Diminta Keluar Dari Jalur Busway, Pesepeda Ini Malah Ngamuk
istimewa
Pesepeda Ngamuk diminta keluar dari Jalur Busway 

Gelaran Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) tang digelar di Jalan Warung Buncit Raya, Mampang, Jakarta Selatan pada Minggu (8/9/2019) pagi diwarnai cekcok antara pengendara sepeda dengan petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan. Penyebabnya, seorang pesepeda ngotot tidak keluar jalur bus Transjakarta walau telah dihalau petugas.

Peristiwa tersebut diungkapkan Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto terjadi saat anggotanya berjaga di ujung Jalan Warung Buncit Raya, tepatnya Simpang Pejaten Village, Mampang, Jakarta Selatan.

Seorang pengendara sepeda yang melaju dari arah selatan atau Ragunan menuju utara atau Mampang Prapatan di jalur busway dihentikan anggotanya.

Seorang bapak yang tengah menggoes sepeda tidak terima dengan teguran yang diberikan, terlebih anggotanya menghalangi jalan.

Adu mulut pun terjadi, sang bapak terlihat marah dan mengancam dengan memotret kedua petugas Sudin Perhubungan Jakarta Selatan yang bertugas.

Tidak bergeming, petugas tetap meminta pesepeda untuk mengangkat sepedanya keluar jalur Busway. Tidak berselang lama, sang bapak kemudian menyerah dan berbalik arah dengan muka sebal.

Sementara, sejumlah pengendara sepeda lainnya yang ikut dihalau terlihat bersedia mematuhi imbauan petugas. Dibantu petugas, mereka segera mengangkat sepedanya masing-masing untuk keluar jalur Busway.

"Himbauan Petugas Sudin Perhubungan Jaksel untuk tidak menggunakan Jalur Busway sebagai sarana olahraga di HBKB mampang ini dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat. Bukan menerima arahan petugas memberikan arahan yang benar, masyarakat pengguna sepeda ini tidak mau sepedanya keluar dari jalur Busway," ungkapnya dihubungi pada Minggu (8/9/2019).

"Selama kegiatan HBKB kawasan itu harus steril dari kendaraan, Jalur busway harus bebas dari masyarakat jika kedapatan masuk jalur basway harus keluar dari jalur busway karena berbahaya, jadikan HBKB sebagai tempat berolah raga, bersepeda, jalan sehat, silaturahmi dan memberikan dampak besar untuk mengurangi polusi udara," tambahnya.

Walau diwarnai dengan insiden, pihaknya tetap melakukan sosialisasi terkait perluasan rekayasa lalu lintas berupa ganjil genap yang dipatenkan mulai hari Senin (9/9/2019) besok.

Perluasan Ganjil Genap di kawasan Mampang meliputi sepanjang Jalan Warung Buncit Raya, mulai dari Simpang Kuningan hingga Simpang Pejaten Village.

Terkait hal tersebut, kendaraan yang berasal dari arah utara (Kuningan) yang akan menuju selatan (Ragunan) dialihkan menuju ke Jalan Duren Tiga Raya-Jalan Raya Pasar Minggu-Jalan Raya Ragunan.

Sedangkan kendaraan yang berasal dari arah selatan (Ragunan) yang akan menuju utara (Kuningan) dialihkan menuju Jalan Ampera raya - Jalan Kemang Selatan-Jalan Kemang Raya-Jalan Bangka Raya-Jalan Kapten Tendean.

"Untuk angkutan umum Transjakarta masih bisa melintas dengan menggunakan jalur khusus busway. Dalam pelaksanaan sebanyak 100 Petugas akan disebar mulai dari TL Basmar -TL Patung Kuda - Tl Republika sebanyak 48 titik ploting untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan rekayasa lalu lintas," jelas Christianto. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved