Investasi
Reksadana Berbasis Indeks Kena Dampak Lesunya Kinerja Indeks IDX30
Kinerja indeks IDX30 melambat, reksadana berbasis indeks terdampak. Meski demikian, secara jangka panjang masih punya prospek.
Maka dari itu, tak heran ketika performa indeks IDX30 melambat, kinerja reksadana berbasis indeks tersebut juga mengalami hal serupa.
Begitu pula sebaliknya.
Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan, karena reksadana berbasis indeks dikelola secara pasif, penyesuaian bobot sektor saham kemungkinan hanya dilakukan pada saat indeks acuannya mengalami revisi komposisi anggota.
• Untuk Calon Pengantin, Mau Cari Kotak Seserahan? Sekarang Bisa Sewa
“Kalau manajer investasi mengubah komposisi sahamnya, justru ini bisa memperbesar risiko reksadana indeks, apabila jika perubahannya tidak sesuai kondisi pasar ke depan,” kata Wawan.
Terlepas dari itu, Wawan menilai, reksadana indeks IDX30 masih sangat menjanjikan dalam beberapa waktu ke depan.
Terlebih, jumlah anggota IDX30 yang tergolong mini ditambah likuiditas yang mumpuni dan kapitalisasi pasar yang besar membuat indeks ini masih cukup populer di mata manajer investasi.
Dari sisi performa, secara jangka panjang indeks IDX30 biasanya mampu mencetak return yang lebih tinggi ketimbang IHSG.
Ia pun yakin, jelang akhir tahun nanti kinerja indeks IDX30 akan tumbuh lebih baik berkat adanya aksi window dressing di pasar saham domestik.
• Mau Kirim Pesan dengan Jadwal di Telegram? Ini Cara Pakainya
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Kinerja indeks IDX30 melambat, reksadana berbasis indeks terdampak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perdagangan-saham_9k3j.jpg)