Minggu, 19 April 2026

Berita Internasional

Kelompok Teroris ISIS Pakai Sapi yang Dipasangi Bahan Peledak untuk Lancarkan Serangan

Kelompok yang sudah dicap sebagai biangnya terorisme ini memang sering menebar teror di dunia.

daily mail
Pejuang ISIS di sebuah kamp pelatihan 

Islamic State of Iraq and Syria sebuah organisasi baru di Timur Tengah yang sering disebut dengan nama ISIS masih banyak disoroti mata dunia.

Kelompok yang sudah dicap sebagai biangnya terorisme ini memang sering menebar teror di dunia.

Sudah banyak cara yang digunakan kelompok ini untuk menebar teror di belahan dunia.

Mulai dari Bom, serangan bersenjata hingga penyanderaan.

Jaringan ISIS Diduga Bermain di Papua

Belakangan ini dikabarkan, kelompok teroris ISIS menggunakan hewan sapi untuk melancarkan serangan terhadap pasukan Irak.

Sapi tersebut dipasangi bahan peledak dengan diikat ke badannya dan dibiarkan berjalan menuju pos pemeriksaan militer di Provinsi Diyala.

Tentara Irak pun menembaki sapi tersebut dan menimbulkan sebuah ledakan.

Mantan Bintang Film Panas Ungkap Penghasilannya Sekali Main, Berhenti Gara-gara ISIS

Melansir dari Fox News, akibat serangan sapi peledak ini pada Minggu (1/9/2019) seorang warga sipil tewas.

Menurut pejabat lokal Sadiq Husseini, insiden itu menunjukkan bahwa kelompok itu telah kehilangan kemampuan untuk merekrut anggota muda dan calon pembom bunuh diri.

"Insiden itu menunjukkan kelompok tersebut telah kehilangan kemampuan untuk merekrut orang-orang muda dan calon pembom bunuh diri, sebagai gantinya mereka menggunakan ternak," ujar Husseini.

Sapi kurban
Sapi kurban (Kompas.com)

Diketahui provinsi Diyala merupakan rumah bagi suku Kurdi, Sunni, dan Syiah.

Daerah tersebut menjadi pusat perselisihan antara pemerintah daerah Kurdistan dan Irak.

Dari perselisihan tersebut, ISIS mengambil keuntungan untuk kembali membangun kelompoknya usai kehilangan sebagian besar wilayah mereka yang dikuasai kekhalifahan.

Di bagian selatan provinsi itu, ISIS menguasai zona dukungan yang tahan lama dan meningkatkan serangannya terhadap pasukan keamanan, tokoh suku setempat, dan situs komersial, menurut Institut Studi Perang.

Upaya penyerangan dengan hewan ternak ini merupakan cara yang digunakan ISIS untuk pertama kalinya.

Sumber: GridHot.id
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved