Berita Video

VIDEO : Tanggapi Keterlibatan Pihak Asing di Rusuh Papua, Wapres JK : Bedakan Asing dan Negara

Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan adanya keterlibatan pihak asing dalam kerusuhan di Papua dan papua Barat

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, keterlibatan pihak asing dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat sangat mungkin ada, tetapi tak mewakili negara secara langsung.

"Asing mungkin iya (ada). Bukan negara. Bedakan asing dan negara," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Ia mencontohkan peristiwa pendeportasian empat WNA dari Australia yang terbukti ikut demonstrasi di Sorong, Papua Barat.

Sesama Daerah Separatis, Penyelesaian Konflik di Papua Tak Bisa Disamakan dengan Aceh

Menurut Kalla, keempatnya merupakan pihak asing yang kedapatan ikut mengintervensi kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Namun, mereka tak mewakili Australia.

"Buktinya di Manokwari (Sorong) kemarin ada tiga (empat) WN (Warga Negara) Australia ikut demo. Kemudian Benny Wenda di Inggris memberi instruksi atau apa, dia kan bukan WNI sudah WN Inggris. Orang asing juga berati itu campur tangan," lanjut dia.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui bahwa kelompok masyarakat yang terlibat dalam aksi anarkistis di Papua dan Papua Barat memiliki hubungan dengan organisasi di luar negeri.

"Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional," kata Jenderal Tito di acara Hari Jadi Ke-71 Polwan, di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

7 Fakta Veronica Koman Tersangka Kerusuhan Papua di Surabaya, Punya Hubungan dengan Ahok

Belakangan, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyebut tokoh separatis Papua Benny Wenda berada di balik kerusuhan Papua dan Papua Barat.

"Ya jelas toh. Jelas Benny Wenda itu. Dia mobilisasi diplomatik, mobilisasi informasi yang missed, yang enggak benar. Itu yang dia lakukan di Australia, di Inggris," ujar Moeldoko di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (2/9/2019).

4 WNA Australia Dideportasi Ikut Demo Pengibaran Bendera Bintang Kejora, Begini Penjelasan Polisi

Selain itu, Empat WNA asal Australia yang dideportasi tersebut adalah Baxter Tom (37 tahun), Davidson Cheryl Melinda (36), Hellyer Danielle Joy (31), dan Cobbold Ruth Irene (25).

Keempat WNA tersebut dideportasi karena kedapatan mengikuti aksi unjuk rasa menuntut kemerdekaan Papua.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wapres: Keterlibatan Asing di Kerusuhan Papua Ada, tetapi Bukan Negara".

Penulis: Muhamad Rusdi
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved