Ingin Merdeka, Tokoh Papua Ingatkan Penderitaan Bersama Dijajah Belanda
Papua dan Indonesia memiliki sejarah kelam dan penderitaan yang sama saat dijajan Belanda berabad lamanya.
Penulis: Desy Selviany |
TOKOH masyarakat Papua, Freddy Numberi mengingatkan masyarakat Papua untuk tetap teguh bersatu dengan Indonesia.
Freddy menjelaskan isu kemerdekaan Papua sudah selesai.
“Berbicara tentang Papua sudah final karena awalnya waktu bicara di KMB (Konferensi Meja Bundar) kita bicara masalah bagaimana Belanda serahkan koloni hindia belanda kepada Indonesia,” ungkap Freddy dalam acara Mata Najwa pada Rabu (5/9/2019).
• Demi Konflik Papua Berakhir, Haidar Alwi Rela Mencium Kaki 100 Tokoh Papua
Dalam KMB tersebut kata Freddy di Pasal 2 dijelaskan jika Koloni Papua ditunda satu tahun untuk merdeka.
Namun hal itu akhirnya dipertentangkan oleh para tokoh pendiri bangsa hingga akhirnya permasalahan tersebut dibawa ke Majelis Persatuan Bangsa-bangsa (PBB).
Saat itu jelas Freddy, PBB pun mengakui jika Papua merupakan bagian Indonesia. Namun saat itu sayangnya PBB hanya mengakui itu di atas kertas.
“Di sidang November 1969 itu hanya dicatat, banyak dipertanyakan kenapa hanya dicatat, padahal Papua kan koloni Hindia Belanda yang dimenangkan Indonesia,” jelas Freddy.
Freddy juga mengingatkan masyarakat Papua bagaimana tanah tersebut pernah memiliki penderitaan yang sama dengan Indonesia saat sama-sama dijajah Belanda berabad-abad lamanya.
“Jadi harus bicara sejarah secara utuh, jika ada aspirasi kita kembali ke Indonesia setelah 135 tahun dijajah Belanda 24 Agustus 1824 hingga 1 Mei 1963 itu 135 tahun,” ungkap Freddy.
• Sesama Daerah Separatis, Penyelesaian Konflik di Papua Tak Bisa Disamakan dengan Aceh
Kata Freddy, selama ini yang membuat Papua sengsara bukanlah Indonesia namun justru Belanda.
“Kok kamu bikin Papua bikin negara? Itu akibatnya orang Papua mati karena negara yang dibikin Belanda bukan Indonesia,” jelas Freddy.
Freddy menjelaskan jika ia tidak melarang jika ada aspirasi-aspirasi soal kesejahteraan Papua yang hingga kini belum dipenuhi oleh pemerintah Indonesia.
“Jadi aspirasi wajar-wajar saja,” kata Freddy.
• Konflik Papua Bukti Pertarungan Ideologi Belum Berakhir
Diketahui jika semenjak isu rasial yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, kerusuhan terjadi di Papua.
Isu referendum kembali mencuak. Pemerintah Indonesia memastikan jika soal referendum Papua sudah selesai. Papua akan tetap menjadi bagian dari Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tokoh-papua-freddy-numberi.jpg)