Berita Video

VIDEO: Lewat Teater, Remaja Jakarta Selatan Diingatkan Soal Bahaya Narkoba

"Pencegahan narkoba lewat Diseminasi Informasi kali ini dikemas dalam pagelaran seni. Kenapa begitu? Sebab lewat sesuatu yang menarik diharapkan ada i

VIDEO: Lewat Teater, Remaja Jakarta Selatan Diingatkan Soal Bahaya Narkoba
Warta Kota
Lewat Teater, Remaja Jaksel Diingatkan Soal Bahaya Narkoba 

Bahaya laten narkoba masih menjadi momok bagi seluruh lapisan masyarakat di Ibu Kota, terlebih bagi kalangan muda. Lewat edukasi yang dikemas dalam suatu pertunjukan teater yang menghibur dan edukatif, diharapkan para remaja menjadi lebih waspada akan bahaya narkoba.

Pendekatan tersebut diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta Selatan, AKBP Muhammad Nasrun menjadi salah satu wadah dalam membangun kewaspadaan para remaja terhadap narkoba.

Sebab, lewat pergaulan yang terbuka, besar kemungkinan para remaja dapat bertemu dan terjerumus ke dalam lingkaran setan narkoba.

"Pencegahan narkoba lewat Diseminasi Informasi kali ini dikemas dalam pagelaran seni. Kenapa begitu? Sebab lewat sesuatu yang menarik diharapkan ada ingatan yang kuat sebagai bentuk perlindungan diri dari godaan narkoba," ungkapnya usai kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Ruang Cinema Hall Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Selasa (3/9/2019).

Pencegahan narkoba pada tingkat pelajar katanya merujuk pada riset pemerintah yang menyebut generasi pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) saat ini merupakan generasi emas. Mereka disebut sebagai calon pemimpin bangsa pada tahun 2045 mendatang.

Oleh karena itu, pencegahan narkoba dimulai dengan membangun kesadaran bagi seluruh pelajar. Sehingga mereka diharapkannya dapat menjadi kebal terhadap godaan yang ditawarkan dari narkoba.

"Mereka ini adalah calon pemimpin bangsa di tahun 2045 ketika kita merayakan peringatan 100 tahun kemerdekaan. Kenapa mereka yang kita sasar? Kita harapkan kekebalan yang dimiliki tidak menambah pravalensi terbanyak itu kaum pekerja, sebanyak 50 persen lebih," ungkap Nasrun.

"Bahwa dari 49 persen lebih, ada sebanyak 27,34 persen adalah pelajar dan mahasiswa, nah ini jangan kita tambah, tapi kita kurangi. Caranya dengan menahan laju pravalensi itu lewat kegiatan yang melibatkan pelajar," jelasnya.

Serupa, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Selatan H Makmur menyebut seluruh pihak harus mengetahui bahaya narkoba, khususnya bagi pelajar. Lewat kegiatan tersebut diharapkan tumbuh kesadaran diri untuk berani mengatakan tidak pada narkoba.

"Perlu diketahui bersama bahaya penyalahgunakan narkoba dewasa ini bersifat laten dan masih bersifat gunung es. Di mana penyalahgunaan narkoba di tingkat masyarakat dapat dikatakan lebih banyak yang belum kita ketahui," ujarnya.

Penyalahgunaan narkoba lanjutnya terbukti merusak masa depan serta berpotensi melemahkan daya saing dan kemajuan bangsa. Sebab, seseorang yang mengkonsumsi narkoba katanya akan rusak karakter, fisik, kesehatan hingga hubungan sosial masyarakat.

"Saya meminta kepada jajaran kepala sekolah di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Selatan, untuk menggerakkan stakeholders (pihak terkait) di sekolah dalam mengantisipasi potensi ancaman bahaya narkoba di lingkungan sekolah," tutupnya.

Dalam kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN menghadirkan pertunjukan teater bertema 'Pagelaran Seni dan Budaya Anti Narkoba' di Ruang Cinema Hall Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Selasa (3/9/2019).

Dalam cerita singkat tersebut, dikisahkan narkoba justru hadir di lingkungan masyarakat tanpa diduga. Lewat pertemanan, narkoba ditawarkan tanpa biaya hingga akhirnya menggerogoti dan menguras seluruh kehidupan para penggunanya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved