Senin, 20 April 2026

Berita Video

VIDEO: Ekowisata Mangrove Muara Gembong, Wisata Diujung Bekasi

"Tapi kalau weekend bisa sampai 100 orang yang datang kesini (Ekowisata Mangrove Muara Gembong)," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Muhammad Azzam
Ekowisata Mangrove Muara Gembong 

Ekowisata Mangrove Muara Gembong, Kabupaten Bekasi menjadi lokasi baru untuk bisa berkunjung masyarakat.

Meskipun lokasinya cukup jauh dari pusat perkotaan di Bekasi. Akan tetapi akan terbayarkan setelah melihat pemandangan yang indah dan keseruan petualangan menggunakan perahu.

Lokasi wisata ini berada diujung wilayah Kabupaten Bekasi, jika ingin menuju kesana lebih baik menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat.

Tinggal ikuti petunjuk dari Google Maps atau Waze untuk sampai ke lokasi Ekowisata Mangrove Muara Gembong.

Saat tiba dilokasi, akan disambut dengan gapura bambu setinggi 3,5 meter berdiri tegak di pintu masuk Ekowisata Mangrove Muara Gembong.

Pengunjung akan melewati jembatan bambu warna warni dengan lebar 1,5 meter menyusuri hutan mangrove sepanjang 200 meter.

Ada sejumlah spot-spot selfie di sepanjang jembatan.

Tak jauh dari pintu masuk sudah ada spot bambu berbentuk 'love' bertuliskan Jembatan Asmara. Spot foto sangat bagus dan indah dengan background laut, terlebih saat sunset akan terasa lebih indah.

Kemudian spot foto lainnya, di ujung jembatan ada bambu berbentuk hati bertuliskan 'love'. Terdapat juga gapura dari bambu serta tempat duduk dari replika batang pohon sebagai spot foto. Untuk spot foto ini memiliki backgroun hamparan hutan mangrove.

Terdapat papan tentang Ekoswisata Mangrove Muara Gembong maupun penjelasan tentang berbagai jenis tanaman mangrove.

Ada juga peringatan larangan membuang sampah sembarangan hampir di setiap sudut jembatan.

Sekitar 10 drum sampah disebar di sepanjang jembatan untuk para pengunjung membuang sampahnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Citra Bahari, Rusianto mengatakan wisata hutan mangrove berdiri tahun 2016. Akan tetapi mulai dikembangkan sejak tahun 2017.

Tahun 2018 mulai mendapatkan perhatian dari Universitas Diponogoro (Undip) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Hingga Pertamina yang memberikan CSR dengan membangun track mangrove.

"Saat ini track mangrove 200 meter, rencana akan ditambah 100 meter lagi 2019 ini. Terus tiap tahunnya akan ditambah sampai 900 meter," ujar Ius panggilan akrabnya kepada Wartakota, Senin (2/9/2019).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved