Kenaikan Nominal Iuran BPJS Kesehatan Dinilai Warga Terlalu Besar

Pihak Pemerintah mewacanakan untuk menaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kenaikan Nominal Iuran BPJS Kesehatan Dinilai Warga Terlalu Besar
Kompas.com
Salah seorang warga memperlihatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kantor Cabang Utama BPJS. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

DUREN SAWIT, WARTAKOTALIVE.COM -- Pihak Pemerintah mewacanakan untuk menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kenaikan ini disebut sebagai siasat menutup defisit agar menjadi surplus Rp 17,2 triliun.

Rencana kenaikan tersebut dikeluhkan oleh para warga yang menilai bahwa nominal kenaikan terlalu tinggi.

Seperti diketahui, kenaikan iuran kelas mandiri I dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu per orang per bulan.

Untuk peserta kelas mandiri II dinaikkan dari Rp 59 ribu per bulan menjadi Rp 110 ribu.

Sementara, peserta kelas mandiri III dinaikkan dari Rp 25.500 per bulan menjadi Rp 42 ribu.

"Naiknya kalau kelas I itu besar sekali, dua kali lipat. Kalau naiknya hanya Rp 10-20 ribu sih masih wajar," ungkap

Yusuf (43) seorang warga asal Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (1/9).

Terlebih lagi, Yusuf mengeluhkan masih banyaknya rumah sakit yang menolak pasien BPJS Kesehatan, terlebih lagi RS swasta.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved