Silaturahmi Perguruan Kungfu Aliran Ngo Chu Kun Lo Ban Teng

Aliran yang lahir sejak 1928 ini, tersebar tidak saja di sejumlah daerah di Indonesia, tapi juga di beberapa negara di Asia.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Ign Agung Nugroho
Silaturahmi perguruan ilmu bela diri Kungfu beraliran Ngo Chu Kun Lo Ban Teng di Mal Emporium Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara Minggu (25/8/12019) lalu. 

Mungkin tidak banyak yang tahu di Indonesia ada perguruan ilmu bela diri Kungfu beraliran Ngo Chu Kun yang dikembangkan oleh seorang guru bernama Lo Ban Teng.

Aliran yang lahir sejak 1928 ini, tersebar tidak saja di sejumlah daerah di Indonesia, tapi juga di beberapa negara di Asia.

Sebelumnya, Lo Banteng ‎berasal dari Provinsi Hok Kian, Tiongkok datang ke Indonesia pada 1927 dan singgah pertama kali di Semarang, Jawa Tengah, dan menetap di Jakarta hingga akhir hayatnya.

Nah, pada Minggu (25/8/12019) lalu, di Mal Emporium Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, para guru dari aliran Ngo Chu Kun Lo Ban Teng menggelar acara silaturahmi untuk para anggota perguruan.

Hadir dalam kesempatan itu, tidak saja dari beberapa perguruan di Indonesia, tapi juga hadir perwakilan dari China dan Filipina.

Atlet mix martial arts (MMA) Rudy Ahong Gunawan (kedua dari kiri) dan Louis Susilo alias Lo Hak Tiang (ketiga dari kiri) saat acara silaturahmi perguruan ilmu bela diri Kungfu beraliran Ngo Chu Kun Lo Ban Teng di Mal Emporium Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara Minggu (25/8/12019) lalu.
Atlet mix martial arts (MMA) Rudy Ahong Gunawan (kedua dari kiri) dan Louis Susilo alias Lo Hak Tiang (ketiga dari kiri) saat acara silaturahmi perguruan ilmu bela diri Kungfu beraliran Ngo Chu Kun Lo Ban Teng di Mal Emporium Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara Minggu (25/8/12019) lalu. (Wartakotalive.com/Ign Agung Nugroho)

Louis Susilo alias Lo Hak Tiang, cucu dari Lo Ban Teng sekaligus penggagas acara tersebut mengatakan, acara ini sebagai bentuk silaturahmi antara perguruan silat beraliran Lo Ban Teng. Ia pun berharap acara tersebut semakin mempererat tali persaudaraan.

"Acara ini, acara pelestarian ilmu bela diri dari kakek saya. Kita ingin mempererat yang sudah terjalin, kita mau menyatukan lagi," ucap Louis di sela-sela acara.

Pertemuan akbar ini baru kali pertama dilaksanakan. Dari situ disepakati acara yang sama akan digelar setiap dua tahun sekali.

"Sebenarnya tadinya mau undang dari Indonesia saja. Tapi berita ini bocor ke Filipina, mereka mau datang. Terus ditembusin lagi ke Shaolin China, mereka pun mau datang," ungkapnya.

"Berikutnya kami akan buat dua tahun sekali. Mudah-mudahan nanti dari Singapura, Malaysia, Hongkong, dan negara lainnya bisa ikut bergabung," kata Louis, anak dari (alm) GM Lo Siau Tjun.

Menurut Louis Susilo, selain mempererat persaudaraan di antara sesama aliran, acara ini juga diharapkan bisa memancing ketertarikan untuk kaum milenial terhadap ilmu bela diri, khususnya aliran Lo Ban Teng.

Louis mengakui, anak muda sekarang sangat kurang perhatiannya terhadap ilmu bela diri Indonesia.

"Di Indonesia memang masih kurang. Tapi di luar negeri kayak Singapura dan Malayasia animonya baik sekali. Masalahnya mungkin di SDM-nya, atau mereka cenderung main game, gadget gitu. Dan kesadaran mereka ke sana kurang," ujar Louis.

"Maka dari acara ini kita berharap bisa mengenalkan kungfu ke anak muda. Di samping pelestarian ini, kami juga cari bibit-bibit muda. Saya sudah tua, saya mau adik-adik, anak-anak saya ikut mengembangkan," kata Louis.

Dalam acara silaturahmi itu, perwakilan dari beberapa kota di Indonesia, dan perwakilan China dan Filipina masing-masing unjuk kebolehan bela diri di acara tersebut.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved