Kamis, 9 April 2026

Berita Video

VIDEO: Survivor Kanker Usus ini Terbantu dengan Adanya Donor Darah PMI

"Saya pertamakali donor darah 18 tahun. Awal mulanya diajak ayah. Saya pertamakali donor darah pas nganter orangtua belanja ke Pasar Tanah Abang," kat

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, memberikan penghargaan kepada 250 pendonor darah yang sudah 75 kali mendonorkan darahnya di Aula PMI DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019) 

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, memberikan penghargaan kepada 250 pendonor darah yang sudah 75 kali mendonorkan darahnya.

Dengan adanya donor darah tersebut, salah satu survivor kanker usus pun merasa terbantu.

"Saya survivor kanker usus. Sejak 2018 jadi penerima donor darah. Saya mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. Jangan bosan, jangan merasa terpaksa. Karena memang darah yang didonorkan sangat berguna bagi kami sebagai penerima," kata Heni (48), dalam acara penghargaan kepada 250 pendonor darah di Aula PMI DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019).

Heni yang merupakan warga Bekasi itu mengaku bahwa penyakit kanker yang dideritanya menyebabkan hemoglobin atau hb turun.

Selain itu juga, setelah melakukan operasi maupun kemoterapi yang dijalaninya, menyebabkan hb-nya turun.

"Karena itu kami selalu bergantung dengan pendonor darah. Untuk menyelesaikan siklus kemoterapi. Karena kalau tidak kami selesaikan, kanker itu bisa menyebar kemana-mana," katanya.

Sementara itu, Rahmat Hidayat, warga Koja, Jakarta Utara, dinobatkan sebagai pendonor darah ke 75 kali dengan usia termuda yaitu 25 tahun.

"Saya pertamakali donor darah 18 tahun. Awal mulanya diajak ayah. Saya pertamakali donor darah pas nganter orangtua belanja ke Pasar Tanah Abang," kata Rahmat.

Manfaatnya yang ia rasakan, kesehatan yang selalu terjaga. Dimana sirkulasi darah berjalan dengan baik.

Ia pun mengaku, akan terus melakukan donor darah semaksimal mungkin.

"Donor darah selain buat kesehatan diri kita sendiri, juga untuk membantu yang membutuhkan sumbangan doroh kita," katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Ali Reza, mengatakan, keberhasilan PMI DKI menyiapkan darah yang aman dan berkualitas bagi ratusan masyarakat tidak terlepas dari peran serta para pendonor.

"Kami bangga dengan para pendonor yang secara sukarela telah menyumbangkan darahnya sebanyak 75 kali. Hal ini merupakan proses panjang yang memerlukan niat dan disiplin yang kuat untuk membantu sesama," kata Reza.

Kebutuhan darah di Jakarta sendiri, lanjut Reza, mencapai 800 sampai 1.000 kantor per hari.

Dimana demi memenuhi target tersebut, PMI DKI Jakarta telah melakukan upaya dari berbagai aspek, baik dari segi pelayanan dan kualitas serta kuantitas darah.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved