Suku Bunga Acuan BI Turun, Pengamat: Tidak Langsung Berdampak ke Properti

Turunnya suku bunga acuan itu bisa memudahkan konsumen karena bunga kredit pemilikan rumah (KPR) lebih rendah.

thinkstockphotos
Ilustrasi. Turunnya suku bunga acuan itu bisa memudahkan konsumen karena bunga kredit pemilikan rumah (KPR) lebih rendah, serta pengembang bisa lebih mudah mendapatkan pendanaan. 

Ada faktor lain yang mendorong pertumbuhan sektor properti yaitu pertimbangan konsumen membeli dan harga.

Perilaku konsumen dalam membeli properti didasari atas pertimbangan yang panjang, ini menunjukkan bahwa sektor properti tidak likuid seperti IHSG yang langsung terkena sentimen penurunan suku bunga.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) baru saja diturunkan sehingga dalam jangka panjang bisa mendorong sektor properti.

Turunnya suku bunga acuan itu bisa memudahkan konsumen karena bunga kredit pemilikan rumah (KPR) lebih rendah, serta pengembang bisa lebih mudah mendapatkan pendanaan.

"Tetapi tidak setiap perubahan suku bunga langsung memberi pengaruh ke sektor properti," kata Head of Research and Consultancy Saville Indonesia Anton Sitorus seperti dikutip Kontan, Jumat (23/8/2019).

Komunitas Investor Saham Pemula, Bagaimana Perjalanannya Sejak Didirikan Tahun 2014?

Ada faktor lain yang mendorong pertumbuhan sektor properti yaitu pertimbangan konsumen membeli dan harga.

Perilaku konsumen dalam membeli properti didasari atas pertimbangan yang panjang, ini menunjukkan bahwa sektor properti tidak likuid seperti IHSG yang langsung terkena sentimen penurunan suku bunga.

Terkait harga, saat ini properti dinilai masih tinggi.

Bursa Saham Bergejolak, Berikut Nasihat dari Lo Kheng Hong

Anton mengatakan, ini sebagai dampak properti boom pada tahun 2012-2015 dan belum pulih hingga saat ini.

Hal ini juga dirasakan oleh pengembang yang sulit mengembangkan proyek baru dengan harga lahan yang mahal.

"Harus ada koreksi harga supaya konsumen bisa menjangkau," jelas dia.

Berikut Tanggal-tanggal Penting saat Perang Dagang Antara AS dan China

Di sisi lain, bisnis properti saat ini juga terbilang ketat yang membuat penjualan terbatas.

Di satu sisi proyek baru bermunculan, di sisi lain masih ada persediaan yang belum terjual. Ini membuat pengembang fokus pada proyek yang sudah ada.

Selain itu, kondisi ekonomi yang kurang baik juga mempengaruhi konsumen.

Fakta Dibalik Kisah Wanita Pembunuh Pria yang Kesepian

Konsumen yang berniat untuk investasi mulai mengurangi minatnya melihat pasar kelebihan stok dan konsumen berkurang.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved