Artis
Tina Toon: Pin Emas DPRD DKI Hanya Simbolis Harus Dikaji Ulang
"Ini kan ibaratnya kami dilantik menjadi wakil rakyat, sehingga perlu dikaji tuh apakah itu penting."
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Calon legislatif (caleg) terpilih DKI Jakarta Agustina Hermanto alias Tina Toon angkat bicara mengenai polemik pengadaan pin emas.
Pin emas yang dianggarkan hingga Rp 1,3 miliar itu akan diberikan untuk anggota dewan yang bakal dilantik,Senin (26/8/2019).
Politisi PDI Perjuangan dari Dapil 2 Jakarta Utara ini mengatakan, pin emas itu sebagai tanda tanggung jawab politisi terhadap masyarakat lebih besar.
“Dari aku pribadi next-nya jika ada anggaran demikian ya harus dikaji ulang. Apakah ini benar dibutuhkan atau tidak, karena ini kan masalah simbolis ya," ucap Tina Toon di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (23/8/2019).
"Ini kan ibaratnya kami dilantik menjadi wakil rakyat, sehingga perlu dikaji tuh apakah itu penting harus dari emas atau diganti dengan yang lain,” katanya lagi.
• Barbie Kumalasari Akui Video Dugemnya Viral di Media Sosial, Galih Ginanjar Izinkan Dugem
Meski demikian, Tina Toon mengembalikan persoalan itu kepada peraturan pemerintah.
Jika diharuskan memakai pin emas itu, kata dia, sebagai anggota DPRD akan mengemban amanah sebaik-baiknya kepada masyarakat.
“Kalaupun sudah dicanangkan pin emas itu, berarti beban tanggung jawab kami mesti lebih besar lagi sebagai wakil rakyat, karena sudah dianggarkan dan ada gaji segala macam,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Tina Toon enggan menanggapi tentang penolakan penggunaan pin emas dari kader partai politik lain yang akan dilantik.
Menurut dia, saat ini terpenting adalah bekerja bersama demi kepentingan rakyat.
• Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Luncurkan Album Lagu Anak Mimpiki Menjadi Nyata
“Kalau ada yang mau mengembalikan hak dari pin emas, sekalian aja jangan ngambil pin, jangan ngambil gaji dan kerja bakti silakan," katanya.
"Tapi kalau kami mendapatkan hak, maka kami berkewajiban melaksanakan tugas yang lebih baik lagi,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, DKI Jakarta menganggarkan dana sekitar Rp 1,3 miliar untuk pembelian pin emas berkadar 22 karat.
Emas seberat 5 gram dibeli untuk 132 orang dengan anggaran Rp 552.703.800 dan emas seberat 7 gram untuk 133 orang dengan anggaran Rp 779.647.330.
• Ayu Azhari Lestarikan Budaya Indonesia Lewat Bisnis Fesyen Sebagai Usaha Berkelanjutan
Meskipun jumlah anggota legislatif terpilih di DKI hanya 106 orang, namun sisa pin emasnya nanti akan disimpan sebagai cadangan bila ada anggota yang mengalami Pergantian Antar Waktu (PAW).
Sementara itu, sebanyak tujuh caleg terpilih dari PSI menolak menggunakan pin emas karena alasan pemborosan.
Lalu, mereka berencana mengganti pin emas tersebut berbahan kuningan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tina-toon-caleg-pdip.jpg)