Fintech

AFPI Ingin Ada Peningkatan Batas Pemberian Pinjaman

Mengenai batas penyaluran pinjaman dari fintech peer to peer (P2P) lending akan dibahas oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

AFPI Ingin Ada Peningkatan Batas Pemberian Pinjaman
thinkstockphotos
Ilustrasi 

Di beberapa negara ada juga yang tidak membatasi jumlah pinjaman peer to peer lending.

Di mana, limit ditentukan oleh masing-masing pelaku peer to peer lending.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Mengenai batas penyaluran pinjaman dari fintech peer to peer (P2P) lending akan dibahas oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

AFPI tengah berupaya meningkatkan batas penyaluran pinjaman yang telah di atur oleh regulator.

Adrian Gunadi, Ketua Umum AFPI, mengatakan, pendekatan yang diambil oleh asosiasi ialah mempertanyakan perlunya adanya batasan pinjaman.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 77/POJK.01/2016 tentang pinjaman uang berbasis teknologi finansial pada pasal 6 diatur batas maksimal pemberian pinjaman dana.

Gejolak di Hong Kong, Orang Kaya Ajukan Visa ke Australia

Dalam beleid ini, batas maksimum total pemberian pinjaman dana oleh fintech peer to peer lending sebesar Rp 2 miliar.

Peminjam boleh meminjam kembali selama pinjaman sebelumnya sudah dilunaskan.

“Regulasi ini sudah dibentuk di 2016, sekarang sudah tiga tahun. Memang beberapa poin yang kami tentukan di 2016, harus kita tinjau ulang kembali mana yang masih relevan dan mana yang harus disesuaikan dengan industri. Pendekatan dari kami apakah masih dibutuhkan limit?” kata Adrian, Kamis (22/8/2019).

Namun keputusan akhirnya apakah masih ada limit atau tidak tergantung dari kebijakan OJK.

Asosiasi Fintech Akan Bikin Kode Etik Bersama

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved