Video Viral UAS
Ceramah Direkam Jemaah, UAS:: Tak Mungkin Saya Larang
Ceramah Direkam Jemaah, UAS:: Tak Mungkin Saya Larang. UAS usai menghadiri pertemuan atas undangan MUI
Penulis: Mohamad Yusuf |
Wartakotalive.com - Ustaz Abdul Somad atau UAS, menyebut bahwa ceramahnya yang viral, kala itu dilakukannya di dalam masjid dan tertutup.
Namun, ia menyebut bahwa dirinya tidak bisa melarang jika ada jemaah yang merekam ceramahnya.
"Saya di mana-mana menyampaikan ceramah, tak mungkin saya tanya satu satu. Matikan HP, matikan HP. Saya di mana-mana ceramah, HP orang hidup, mau merekam, tak bisa saya larang itu," kata UAS, di Kantor Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019) sore.
Ia menegaskan tidak bisa memilah siapa saja yang boleh mendengarkan ceramahnya. Pasalnya, apa yang disampaikan sesuai akidah Islam.
"Tak mungkin, kemudian saya buat perjanjian semua yang masuk sini, pakai meterai 6.000 (untuk) jangan disebarkan. Payah sekali ceramah ini sekarang," katanya.
• Bertemu dengan MUI, Ini Lima Poin Lengkap yang Disampaikan UAS Terkait Video Viral
Lima Poin Pernyataan UAS
Ustaz Abdul Somad atau UAS memberikan pernyataan, usai menghadiri pemanggilan MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Kantor Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019) sore.
Pemanggilan tersebut untuk menjelaskan terkait video ceramahnya yang viral di medsos belakangan ini.
UAS menyampaikan lima poin dalam pertemuannya tersebut.
Berikut petikan pernyataan UAS, lengkap :
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Di sini saya akan menyampaikan lima poin.
Pertama, saya sebagai Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau datang bersilaturahim ke Majelis Ulama Indonesia pusat.
Jadi kehadiran saya, kehadiran tidaklah dapat disebut bawahan ke atasan.
Karena saya bukan karyawan perusahaan, tapi silaturahim antara ustaz di daerah, dengan alim ulama di pusat. Alhamdulilah silahturahim terjalin baik.
Kedua, saya sebagai warga negara yang baik ingin menjelaskan, jangan sampai masyarakat jadi hiruk pikuk, disebabkan oleh isu di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/uas-mui.jpg)