Berita Bekasi
Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus Ephphatha Indonesia Dapat Bantuan CSR dari BRI
Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Ephphatha Indonesia terima bantuan 100 juta dari SCR bank BRI
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dian Anditya Mutiara
Sekolah ABK Ephphatha Indonesia Dapat Bantuan 100 Juta dari CSR Bank BRI
Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Ephphatha Indonesia terima bantuan CSR dari BRI.
Sekolah yang berlokasi di Perumnas I, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi menerima bantuan Rp 100 Juta untuk sarana dan prasaran, pada Senin (19/8/2019).
Dana bantuan itu merupakan Corporate Social Responsibility - CSR dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam rangka HUT ke-74 Republik Indonesia.
• VIDEO: Semangatnya Siswa Berkebutuhan Khusus Ephphatha Indonesia Ikuti Upacara HUT ke-74 RI
Pemberian bantuan tersebut dilakukan oleh perwakilan Kepala Cabang Bank BRI Pekayon, Ninik Katrini usai upacara bendera di sekolah tersebut.
Bantuan itu diterima langsung oleh, Kepala Sekolah Ephphatha Indonesia, Yunike Agustina, Wakil Kepala Sekolah Nurhasanah Rosnarina dan Ketua Yayasan Rut Srikedah dengan disaksikan oleh para siswa dan orangtua siswa.
• Manokwari Rusuh, Gubernur Papua Barat Tuntut Wakil Wali Kota Malang Minta Maaf
Saat prosesi pemberian bantuan itu, para guru, siswa maupun orangtua siswa terharu atas bantuan yang diberikan.
Suara riuh tepuk tangan gembira menggema saat prosesi penyerahan bantuan tersebut.
"Kami senang sekali dan terharu, para siswa dan orangtua juga saat dikasih tahu akan dapat bantuan mereka terharu. Karena kami sangat butuh bantuan ini," ujar Kepsek Ephphatha Indonesia, Yurike Agustina, Senin (19/8/2019).
• Ketua Komisi I DPRD Setuju Kota Bekasi Bergabung dengan DKI Jakarta
Yurike menuturkan pihaknya saat ini memang membutuhkan sarana dan prasarana untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar.
Rencananya bantuan itu akan digunakan untuk pembelian sejumlah unit komputer untuk keperluan praktik di ruang laboraturium.
"Nanti juga bakal dilengkapi sarana dan prasarana untuk laboraturium cookingnya," ucap dia.
Ia menambahkan Ephphatha Indonesia memiliki sekitar 60 siswa dengan total 9 kelas mulai dari TK, SD dan SMP.
Motode pembelajaran yang dilakukan menggunakan kurikulum sekolah umum namun tetap dibalut dengan mekanisme penanganan anak berkebutuhan khusus.
"Sudah ada siswa kami yang berprestasi tunjukkan bakatnya, dia jadi duta batik mewakili Bekasi Tentunya adanya fasilitas tambahan lebih menunjang dalam proses belajar," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sekolah-abk-di-bekasi-terima-bantuan-100-juta.jpg)