Ternyata Seru Juga Main Enggrang dan Prepet Jengkol, Tak Kalah Seru dengan Main Game di Handphone

Festival permainan tradisional ini, kata Yayat juga dapat melestarikan nilai-nilai budaya yang ada, khususnya kepada anak-anak zaman milenial

Ternyata Seru Juga Main Enggrang dan Prepet Jengkol, Tak Kalah Seru dengan Main Game di Handphone
Warta Kota/Muhammad Azzam
Festival permainan tradisional disuguhkan dalam hari jadi Pemerintah Kabupaten Bekasi ke-69, pada Kamis (15/8/2019). 

Festival permainan tradisional disuguhkan di hari jadi ke-69 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Kamis (15/8).

Pantauan Wartakota, area festival itu terbangun dari bambu, terdapat track untuk perlombaan egrang maupun kelom batok.

Kehadiran festival permainan tradisional ini disambut baik dari kalangan tradisional.

Mamat (10) mengaku senang akan kehadiran festival permainan tradisional ini. Pasalnya, permainan ini sudah sangat jarang dilihat dan dimainkan oleh para anak-anak.

“Senang aja, jarang-jarang main egrang main prepet jengkol. Ternyata seru juga ya, engga kalah seru sama permainan (game--red) di handphone,” paparnya kepada Wartakotalive.com.

Ketua Forum Komunikasi Media Tradisional (FKMT), Yayat Subiatna, mengatakan, selain pada HUT ke-69 Kabupaten Bekasi kegiatan ini juga rutin dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).

Jenis festival permainan tradisional ini meliputi egrang, prepet jengkol, rorodaan , kelom batok, maupun sumpit.

Semua itu merupakan permainan tradisional khas Jawa Barat, termasuk Bekasi.

“Ini dihadiri 23 kecamatan, setiap kecamatan menyiapkan lima orang anak yang dihadirkan untuk ikut lomba di sini,” ujarnya kepada Wartakota, Kamis (15/8/2019).

Yayat sekaligus ketua panitia festival menuturkan adapun hadiah utama merupakan uang tunai, bagi juara satu, dua dan tiga.

“Ada juga hadiah untuk juara harapan, dan masih banyak lagi,” ucap dia.

Adanya festival permainan tradisional ini, kata Yayat juga dapat melestarikan nilai-nilai budaya yang ada, khususnya kepada anak-anak zaman milenial ini.

“Bidang budaya permainan tradisional ini sudah sangat ditinggal dan dilupakan oleh anak-anak. Adanya ini agar jadi pelestarian ke anak-anak lebih mengenal dan mencintai nilai-nilai tradisi. Jadi ini kan tumbuh keinginan untuk melestarikan,” katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved