Perubahan Zonasi Industri di Jakarta Barat Dikeluhkan Warga
Perubahan Zonasi Industri di Jakarta Barat Dikeluhkan Warga. Simak selengkapnya di dalam berita ini.
Penulis: Joko Supriyanto |
RENCANA perubahan zona pemukiman ke industri yang akan diterapkan dikawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat mengundang penolakan oleh warga sekitar.
Perubahan ini dikhawatirkan akan berdampak pada lingkungan sekitar.
Bahkan aksi penolakan ini pun di warnai dengan pemasangan spanduk dibeberapa titik wilayah Tegal Alur, Jakarta Barat.
• BREAKING NEWS: Presiden SBY Minta Doa Ibunda Siti Habibah Kritis dan Dirawat di Ruang ICU
Salah seorang warga yang menolak, Rohmi (40) mengatakan rencana penerapan zona industri tidak melalui musyawarah kepada warga sekitar.
Sehingga ia menganggap rencana ini menjadi kepentingan bagi para pengusaha yang jutsru akan berdampak negatif kepada warga.
"Jika dijadikan zona industri kami khawatirkan akan berdampak kepada lingkungan sekitar. Mengapai karena zona industri berdekatan dengan pemukiman warga," kata Rohmi, Selasa (13/8/2019).
Jika zona industri nanti diterapkan, khawatir asap pabrik, limbah dapat berimbas timbulnya penyakit, sehingga masyarakat akan terkena dampak dan imbasnya. Untuk itu perlu pengkajian rencana ini dengan baik.
• Usai Isu Bendera HTI, Ini Alasan TNI Pertahankan Enzo Allie Sebagai Catar AKMIL Magelang
"Sebenarnya perlu dikaji lagi rencana ini. Adakah keuntungan yang didapat oleh warga, jangan-jangan hanya perusahaan saja yang di untungkan sedangkan warga mendapatkan imbas buruknya," katanya.
Selain itu, Maman (43) warga lainnya, mengatakan jika sistem zonasi itu disahkan tentu akan berdampak pada lingkungan termasuk jalan. Sebab, lalu lalang kendaraan berat akan melintas di Jalan itu.
Sehingga kondisi jalan akan cepat rusak, belum ditambah dengan banyaknya kendaraan berat yang melintas dikhawatirkan akan mengancam keselamat warga sekitar.
"Bisa juga berdampak ke jalan. Karena sering dilalui truk besar. Contohnya aja yang jembatan Risma amblas, itu belum di sah kan saja sudah begitu, gimana nanti," ujarnya.
Maman berencana bersama dengan warga sekitar bakal mendatangi balai kota dki jakarta menolak tegas perubahan zonasi. Bahkan reaksi keras akan dilakukan dengan menghalangi truk yang melintas.
• Mantan Jenderal TNI Salahkan Panglima Soal Kasus Enzo Allie
Tak hanya dikawasan Kalideres, perubahan zonasi juga terjadi di jalan Karya Barat II, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Di lokasi itu, sejumlah gudang berdiri tegak di tengah pemukiman warga. Banyak warga menuding pendirian gudang dilakukan secara sepihak tanpa diskusi warga.
"Bangunan disana juga kacau mas. Tiap malam melakukan aktifitas menyebabkan kemacetan di lingkungan," kata Monang (40) warga sekitar.
Monang menuding bila bangunan di sana menyalahkan izin. Sebab, saat masih membangun dirinya melihat plang nama masih berupa ijin mendirikan rumah tinggal. Sementara saat selesai terbangun, bangunan itu menjadi gudang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/industri-tekstil.jpg)