Musim Kemarau

Tujuh Bulan Kekeringan, Warga Tepekong Grogol Selatan Akhirnya Bisa Akses Air Bersih Lagi

Musim kemarau panjang yang terjadi sejak beberapa bulan belakangan kian perih dirasakan warga RW 11 Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tujuh Bulan Kekeringan, Warga Tepekong Grogol Selatan Akhirnya Bisa Akses Air Bersih Lagi
Warta Kota/Dwi Rizki
Abu Bakar, warga Jalan Tepekong RT 06/11 Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tengah berwudhu. Aliran air bersih milik PT Palyja yang semula sempat terhenti selama tujuh bulan lamanya kini telah mengalir, Senin (12/8/2019). 

Musim kemarau panjang yang terjadi sejak beberapa bulan belakangan kian perih dirasakan warga RW 11 Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Bukan hanya tidak adanya sumber air tanah, jaringan pipa air bersih milik PT Palyja diketahui mati sejak lama.

Kekeringan yang terjadi diceritakan Abu Bakar, warga Jalan Tepekong RT 06/11 Grogol Selatan, telah dirasakan warga sejak tujuh bulan lalu, tepatnya akhir bulan Desember 2018.

Derasnya air bersih PT Palyja yang menjadi sumber air bersih utama warga itu berangsur mengecil hingga sirna.

Berulang kali keran dibuka, tidak ada setetes air pun yang keluar dari sambungan pipa dari sekitar 50 rumah warga.

Sementara, sebagian besar warga tidak memiliki sumber air tanah lantaran mereka merupakan pelanggan lama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya yang kini dikelola oleh PT Palyja.

 Daftar Susunan Kabinet Jokowi-Maruf Amin Beredar Lagi, Ada Nama Fadli Zon!

 Jarang Terekspos, Iniah Foto Calon Mertua Kaesang Ibunda Felicia Tissue yang Punya Tampilan Modis

 BIN TURUN Tangan Kasus Enzo Zenz Allie, Ungkap Fakta Ada Aparat Berpaham Radikalisme di Aceh

 Nunung Tetap Berkurban Sapi dan Kambing meski Ditahan karena Narkoba

"Begitu air PAM (Palyja) nggak keluar, semuanya bingung, ini ada apa? Padahal sebelumnya itu deres, begitu keran kita buka, air kenceng. Eh ini tiba-tiba mati," ungkap pria asli betawi yang akrab disapa Babe Sabeli itu bercerita.

Penasaran dengan fenomena yang terjadi, dirinya bersama warga memperhatikan proyek pambangunan saluran air berukuran besar yang membelah Jalan Tepekong, mulai dari Klenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin hingga Kali Sekretaris.

Proyek pembuatan saluran air sedalam tiga hingga lima meter sepanjang sekitar 200 meter itu katanya mengangkat jaringan pipa saluran air bawah tanah berukuran besar atau buis beton yang sebelumnya sudah tertanam pada akhir tahun 2010 silam.

Dirinya menduga, proyek yang dikerjakan kontraktor atas pengadaan saluran air Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan itu menyebabkan kebocoran pipa distribusi air bersih PT Palyja.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved