Kabar Artis
Rilis Single Terbaru di Amerika, Agnezmo Berdandan Ala Orang Papua dengan Bawa Warga Asli
Agnes Monika akhirnya blak-blakan soal single terbarunya. Kini ia sibuk memperkenalkan budaya Papua di Amerika Serikat.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Kini penyanyi asal Indonesia Agnes Monika atau akrab disapa Agnezmo sudah tidak malu-malu lagi membocorkan video klip terbarunya yang kental dengan budaya Indonesia.
Lewat akun Instagramnya Senin (12/8/2019), Agnezmo bocorkan cuplikan video dari single Diamond yang telah digarapnya di Amerika Serikat.
Terlihat wanita dan pria Papua mengisi video klip tersebut.
Bersama Agnes semuanya memakai atribut tradisional Papua.
• Buat Projek Musik Baru, Agnes Monica Boyong Wanita Papua ke Amerika
Agnes pun mengungkapkan perasaannya selama menjalankan proses pembuatan video klip tersebut.
Wanita yang kini berkarir di kancah musik internasional itu juga memperkenalkan Papua kepada dunia.
“Orang-orang luar biasa di sebelah saya adalah orang Indonesia. Terutama dari Papua. Kami mengenakan pakaian tradisional Indonesia. Sungguh menakjubkan betapa beragam namun serupanya kita. Inilah yang diajarkan budaya saya kepada saya,” kata Agnes dalam bahasa Inggris di akun Instagramnya sambil disisipi tagar #unityindiversity #bhinnekatunggalika.
Bukan hanya itu, Agnes juga membagikan kisah tradisi orang-orang Papua. Pelantun Coke Bottle itu mengunggah wanita-wanita Papua yang tengah dirias untuk mengikuti sebuah pertunjukan.
“Fakta menyenangkan: wanita cantik ini adalah orang Indonesia. Ini terjadi di Festival Danau Sentani, Sentani Timur, Jayapura, Papua, Indonesia,” kata Agnes.
Masih dalam bahasa Inggris Agnes menjelaskan jika mengepang rambut di Papua adalah tradisi yang dimulai dari menenun tangan tas "noken".
• Prajurit Kopassus Ini Nyaris Ditangkap Suku di Papua, Pakai Trik Lalu Dipaksa Makan Babi Mentah
“Oleh karena itu, orang Papua benar-benar menyebut mengepang rambut sebagai "tenun rambut" atau "ANYAM RAMBUT" dalam Bahasa Indonesia (bahasa Indonesia),” kata Agnes.
Agnes juga menjelaskan jika wanita Papua umumnya mengepang rambut mereka untuk alasan praktis seperti untuk kemudahan bekerja.
• Miris, Bayi Papua Bernama Pengungsi Harus Lahir di Hutan, Berlindung dari Bentrokan Senjata
“Sekarang ada banyak cara mengepang rambut dan karena berbagai alasan. Tradisi ini telah menjadi sangat populer di Papua sehingga berubah menjadi kompetisi tahunan di Jayapura, provinsi Indonesia dari ibu kota Papua,” kata Agnes.
Sekali lagi Agnes juga mengungkapkan betapa besar rasa kebanggaannya pada budaya Indonesia yang beragam.
“Bukankah menakjubkan betapa beraneka ragamnya kita sebagai manusia? Inilah yang diajarkan budaya saya kepada saya. Bersatu dalam perbedaan,” kata Agnes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/agnes-monika-diamond.jpg)